AlQuds, LiputanIslam.com –  Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth (YA), Kamis (20/9/2018), melaporkan bahwa Rusia telah membatasi kebebasan lalu lintas udara dan laut di kawasan tertentu dekat pesisir Suriah, menyusul insiden jatuhnya pesawat militer Il-20 Rusia akibat salah tembak pertahanan udara Suriah ketika terjadi serangan udara Israel ke Latakia pada Senin lalu (17/9/2018).

Berbagai media Israel lainnya pada hari yang sama menyorot kemungkinan Rusia membuat ketentuan yang dapat menyulitkan serangan Israel ke Suriah akibat kemarahan Moskow atas tewasnya 15 tentara Rusia dalam insiden jatuhnya pesawat intelijen Rusia tersebut.

Menurut YA, Rusia memperkuat operasinya di timur Laut Tengah dan menyebar pengumuman mengenai pembatasan penerbangan dan pelayaran di kawasan antara Siprus dan pesisir Suriah karena adanya latihan perang.

Pembatasan penerbangan dan pelayaran ini berlaku sampai Rabu mendatang, dan akan berpengaruh pada penerbangan di kawasan, terutama dari dan menuju Suriah, Lebanon, dan Israel.

YA menyebutkan bahwa dalam peta yang disebar oleh Rusia terlihat lokasi-lokasi yang sebelum insiden itu tidak termasuk dalam batasan lalu lintas udara, dan ini menandakan keputusan yang dipicu oleh kemarahan Negeri Beruang itu atas insiden tersebut.

Wartawan Israel Yoav Limor dalam artikelnya yang berjudul “Rusia Marah, Israel Harus Waspada” menyebutkan bahwa insiden itu bisa jadi akan berdampak buruk bagi kepentingan Israel di kawasan. Karena itu, Limor menyarankan kepada Israel agar segera bertindak untuk mengurangi resiko tersebut demi menjamin kelangsungan serangannya terhadap apa yang dianggapnya sebagai ancaman dari Iran di Suriah.

Limor bahkan mendesak Israel agar mengajukan permohonan maaf secara resmi kepada Rusia dan tidak menganggap cukup dengan hanya menyerahkan laporan hasil penyelidikannya mengenai sebab jatuhnya Il-20. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*