Doha, LiputanIslam.com –  Mantan Perdana Menteri Qatar Hamad Bin Jasim mengungkap peran negaranya dalam memberikan dukungan militer kepada kelompok-kelompok militan pemberontak dan teroris, termasuk Jabhat al-Nusra (Al-Qaeda) di Suriah melalui Turki dan dengan koordinasi tentara Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lain serta mandat dari Arab Saudi.

Hamad mengatakan bahwa Arab Saudi telah melimpahkan kepada Qatar perkara krisis Suriah, dan ketika itu Qatar memiliki “alasan yang komplit untuk menerima” mandat Saudi.

Hamad yang juga pernah menjabat Menteri Luar Negeri Qatar ini menjelaskan bahwa Doha memberikan dukungan militer kepada kelompok-kelompok bersenjata di Suriah dengan melewati wilayah Turki dan dengan koordinasi AS.

“Segala sesuatunya telah dikirim dan didistribukan melalui pasukan AS, Turki, dan Saudi,” ungkapnya dalam sebuah acara TV Qatar.

Dia juga mengakui bantuan militer itu juga sampai ke tangan kelompok teroris Jabhat al-Nusra yang merupakan cabang jaringan teroris al-Qaeda di Suriah.

“Ketika ada yang mengatakan bahwa Al-Nusra merupakan kelompok yang tak dapat terima, baru dukungan untuk al-Nusra dihentikan, dan fokusnya adalah pembebasan Suriah,” lanjut Hamad.

Menurutnya, Kerajaan Arab Saudi telah mengubah sikapnya terkait dengan kebertahanan Bashar Assad sebagai presiden Suriah. Hamad menyalahkan Riyadh karena tidak memberitahu Doha ihwal perubahan sikap ini.

“Padahal kalian semula bersama kami di satu kubu,” kecamnya terhadap Saudi. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL