Washington, LiputanIslam.com –   Mantan pejabat Pentagon Michael Maloof menyatakan bahwa Arab Saudi membeli sistem pertahanan THAAD dari Amerika Serikat (AS) dan S-400 dari Rusia karena merasa terancam oleh Iran, namun Saudi tidak akan dapat menggunakan teknologi ini secara efektif tanpa bantuan tenaga ahli dari luar negeri.

Departemen Luar Negeri AS akan menjual sistem pertahanan rudal THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) kepada Arab Saudi dengan biaya sekira 15 miliar Dolar AS. Penjualan ini diumumkan hanya sehari setelah Saudi memutuskan membeli sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia.

“Itu adalah sesuatu yang sudah lama ada dalam perencanaan. Ini adalah bagian dari paket  110 miliar Dolar AS yang diteken oleh Presiden Trump dan Raja Salman ketika Trump berada di Riyadh pada bulan Mei. Sudah sekitar dua tahun dalam perencanaan. Mungkin kebetulan hari ini diumumkan ketika Saudi dan Rusia menyetujui penjualan S-400,” paparnya dalam wawancara dengan RT yang dilansir Minggu (8/10/2017).

Mengenai motivasi Saudi membeli sistem pertahanan tersebut Maloof mengatakan,  “Ini adalah bagian dari upaya melawan ancaman  Iran yang mereka rasakan.”

Dia juga menjelaskan, “Kedua sistem rudal itu berbeda dalam hal kemampuan teknis masing-masing. THAAD jelas lebih berorientasi pada rudal balistik yang masuk,  S-400 lebih anti pesawat udara, tapi ini adalah sistem yang sangat efektif melawan pesawat apapun. Tapi THAAD lebih berorientasi pada rudal balistik yang masuk. Itu tergantung pada posisi mereka di kedua sistem. Mereka harus menempatkannya di sisi timur Arab Saudi yang ditujukan ke Iran, mengingat jangkauannya, namun masing-masing memiliki kemampuan yang berbeda. Dan ini adalah perkembangan menarik bahwa semuanya terjadi sekaligus, karena menurut saya secara politis dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa AS mendukung Saudi dan GCC  (Dewan Kerjasama Teluk) dalam hal pertahanan mereka.”

Ketika ditanya pendapatnya mengenai pernyataan pejabat AS bahwa penjualan sistem itu akan memperkuat keamanan regional, Maloof mengatakan bahwa sistem ini efektif dan juga akan dijual kepada Uni Emirat Arab (UEA), tapi dia meragukan kemampuan keduanya dalam mengoperasikan sistem.

“Jadi, sepertinya ini adalah sistem yang sangat efektif melawan rudal balistik, jika Iran menembak mereka. Sekarang, pertanyaannya adalah: dapatkah mereka – Saudi dan UEA – menggunakannya secara efektif? Saya cenderung meragukannya, kecuali jika mereka memiliki pelatihan ekstensif. Itu mungkin mengapa mereka akan memiliki banyak penduduk AS di sekitar sana untuk beberapa lama,” terangnya. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL