اعتراف بی‌سابقۀ سرکردۀ سابق مخالفان سوری در قاهرهKairo, LiputanIslam.com – Mantan Ketua Koalisi Oposisi Suriah Ahmed Moaz al-Khatib mengecam Kelompok “Sahabat Suriah” dan menganggapnya pembohong, penipu, hipokrit dan sumber malapetaka yang melanda Suriah.

Kecaman itu dilontarkan al-Khatib dalam pertemuan sejumlah tokoh oposisi Suriah dengan Menteri Luar Negeri Mesir, Nabil Fahmy, untuk membicarakan kemungkinan solusi diplomatik bagi krisis Suriah.

Menurut laporan jaringan berita TV al-Alam Selasa (20/5), usai pertemuan itu beberapa media dan forum politik Arab memberitakan adanya geliat upaya diplomatik tersebut. Harian al-Shorouk terbitan Mesir menyebutkan bahwa balam pertemuan tentang kondisi Suriah yang diselenggarakan oleh Dewan Urusan Luar Negeri Mesir, al-Khatib menghendaki tersedianya “peluang bersama antara pemerintah Suriah dan kubu oposi demi Suriah dan masa depan negara ini.”

Al-Khatib mengatakan, “Tidak ada cara apapun kecuali mencari titik kesamaan dan menjauhi cara-cara Barat. Karena pandangan pihak Rusia maupun Amerika Serikat (AS) sama-sama menghendaki pemecahan Suriah. Menurut saya, baik pemerintah maupun oposisi tidak ingin menyaksikan negaranya terbelah.”

Mengenai kelompok yang menamakan dirinya “Sahabat Suriah”, al-Khatib mengatakan, “Separuh dari negara-negara yang menamakan dirinya Sahabat Suriah itu adalah pembohong, penipu, munafik, dan bahkan mereka itulah yang menyebabkan kami semua terjebak pada situasi seperti sekarang.”  Kelompok Sahabat Suriah terdiri atas 11 negara, yaitu  AS, Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Turki, Mesir, Arab Saudi, Yordania, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

“Karena itu,” lanjutnya, “kami harus harus kembali ke pangkuan dunia Arab yang notabene rujukan asas. Sebagian pihak tidak menghendaki penyelesaian krisis Suriah yang sudah berjalan lebih dari tiga tahun ini.” (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL