hamdeen sabahi mesirKairo, LiputanIslam.com – Di tengah gempita pemberitaan mengenai kriminalisasi dan terorisasi organisasi pejuang Islam Lebanon anti Israel, Hizbullah, oleh Dewan Kerjasama Teluk (GCC) dan Dewan Menteri Dalam Negeri Liga Arab, politisi, jurnalis dan penyair kondang Mesir Hamdeen Sabahi justru menyampaikan ucapan selamat kepada Hizbullah dan pemimpinnya, Hassan Nasrallah.

Sebagaimana dilaporkan portal berita al-Youm7 yang berbasis di Mesir, Sabtu (5/3), ucapan selamat itu dia kemukakan dalam acara penandatangan buku “al-Tanzhim al-Sirri li Abd al-Nasir” (Organisasi Rahasia Abdel Nasser) di markas besar Partai al-Karama, Kairo, Mesir.

Dalam pidato yang rekaman videonya diunggah di situs berbagi video Youtube, Minggu (6/3), terlihat dia menyampaikan apresiasinya kepada Hizbullah karena, menurutnya, organisasi yang berasal dari Lebanon Selatan ini merupakan kelompok pejuang Arab dan Islam yang terbukti konsisten bangkit melawan kaum Zionis Israel dan para imperialis penyokongnya

Mantan calon presiden Mesir dalam pemilu 2009 dan 2012 ini juga mengingatkan bahwa di dunia Arab dan Islam kini sedang gencar upaya untuk mengobarkan perang saudara antara Sunni dan Syiah.

“Orang-orang yang kini mengriminalisasi Hizbulah, menuduhnya teroris, dan menggolongkannya sebagai organisasi teroris, mereka semata-mata malayani musuh, Zionis, dan berdiri melawan rakyat bangsa-bangsa Arab dan urusannya, terutama isu Palestina,” tegas mantan ketua Partai al-Karama itu.
Penggalan video itu dapat disaksikan di link ini:

Dia menambahkan, “Mereka (para pembenci Hizbullah) berusaha menyimpangkan bangsa-bangsa ini dari pendiriannya yang utama dalam konflik, yaitu konflik di mana suatu umat menginginkan kemerdekaan dari musuhnya, Zionis, dan para imperialis pendukungnya.”

Dia mengingatkan bahwa konflik Palestina-Israel inilah konflik yang sesungguhnya, namun para pembenci Hizbullah itu mendatangkan kepada semua orang sebuah konflik yang dibuat-buat, dan yang “membagi umat menjadi Sunni dan Syiah serta meledakkan peperangan sektarian demi pengabaian terhadap agenda kemerdekaan yang sejati bagi bangsa Arab.”

Seperti diketahui, Dewan Menteri Dalam Negeri Liga Arab dalam deklarasi penutupan sidangnya yang ke-33 di Tunis, ibu kota Tunisia, Rabu (2/3), menyebut Hizbullah sebagai kelompok teroris. Di hari yang sama, statemen serupa juga dikeluarkan oleh Dewan Kerjasa Teluk (Gulf Cooperation Council /GCC) yang terdiri atas enam negara Arab sekitar Teluk Persia, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Oman. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL