yaman mansur hadiSanaa, LiputanIslam.com – Abd Rabbuh Mansur Hadi Senin malam (23/2/2015) resmi menyatakan telah mencabut permohonan pengunduran dirinya kepada parlemen dari jabatan presiden Yaman. Hal ini diungkapkan oleh beberapa narasumber dalam wawancara dengan lembaga pemberitaan Yaman, al-Khabar.

Sebelumnya, Mansur Hadi yang diketahui telah kabur dari Sanaa, ibu kota Yaman, ke kota Aden juga telah mengeluar statemen atas nama dirinya sebagai presiden Yaman. Sembari berpegangan pada hasil dialog nasional dan upaya-upaya politik yang dilakukan berdasarkan prakarsa Dewan Kerjasama Teluk (GCC) dia menyatakan batal semua perjanjian yang diteken pada 21 September 2014. Dia menambahkan sesuai permintaan dari negara-negara lain, dia berharap supaya perundingan dipindah dari Sanaa ke tempat lain.

Negara-negara GCC mengklaim bahwa Mansur Hadi masih sah sebagai presiden Yaman meskipun sebelumnya sudah menyatakan mundur.
Di pihak lain, gerakan Ansarullah atau kelompok Syiah al-Houthi ketika Mansur Hadi menyatakan mundur sudah pernah memberikan kesempatan kepadanya supaya mencabut pernyataan itu, namun kesempatan itu tidak dia gunakan. Dia baru mencabut pernyataan itu setelah melarikan diri dari Sanaa ke Aden untuk mendapatkan dukungan Arab Saudi dalam melawan revolusi rakyat Yaman.

Krisis politik dan kevakuman pemerintahan Yaman dipicu antara lain oleh keinginan Mansur Hadi untuk memecah Yaman menjadi enam negara federal sesuai prakarsa negara-negara GCC, terutama Arab Saudi. Hal ini ditentang keras oleh Ansarullah sehingga perselisihanpun memuncak.

Beberapa sumber menyatakan khawatir kemelut Yaman akan semakin memburuk akibat keberadaan Mansur Hadi di Aden. Kepergiannya ke Aden mengejutkan karena sebelumnya mediator Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Jamal Benomar menyatakan bahwa partai-partai politik Yaman sudah menyepakati pembentukan dewan pemerintahan transisi untuk mengendalikan situasi dan membebaskan negara ini dari krisis politik.

Seorang anggota senior Komite Revolusi Yaman kepada al-Mayadeen mengatakan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan awal diketahui bahwa Benomar justru berada di balik kaburnya Mansur Hadi ke Aden. Di pihak lain, GCC dalam statemennya menyatakan menyambut gembira kaburnya Mansur Hadi.

Juru bicara Ansarullah Mohammad Abdul Salam menegaskan bahwa kepergian Mansur Hadi dari Sanaa tidak akan mempengaruhi perkembangan situasi politik Yaman.

“Pernyataan presiden Yaman yang sudah mengundurkan diri menunjukkan bahwa dia adalah orang yang anti revolusi dan enggan menunjukkan komitmennya kepada kesepakatan-kesepakatan politik dan perjanjian damai dan partisipasi yang sudah dicapai sebelumnya,” ungkap Abdul Salam.

Dia juga menegaskan bahwa Mansur Hadi tidak sah menyatakan dirinya lagi sebagai presiden Yaman.

Gerakan Ansarullah menguasai Yaman setelah sekian bulan menggerakkan unjuk rasa damai menuntut reformasi dan menyatakan perang melawan korupsi dan terorisme. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL