yaman mansur hadiAden, LiputanIslam.com –   Abd Rabbuh Mansour Hadi, presiden tersingkir Yaman yang juga sudah mengundurkan diri namun maju lagi sebagai presiden, mengaku tidak akan menyerahkan kekuasaan kecuali kepada presiden terpilih pada masa transisi mendatang.  Pengakuan ini dikatakan oleh sumber yang dekat dengan Hadi kepada AFP, Senin (5/12/2016).

Sumber itu juga menyebutkan bahwa Hadi dalam pertemuan dengan Utusan Khusus PBB untuk Yaman Ismal Ould Cheikh Ahmed  di Aden, Yaman selatan, Kamis pekan lalu telah mengritik prakarsa yang dicanangkan untuk menggairahkan lagi perundingan damai Yaman.

Menurut sumber itu, Hadi bersikeras supaya “kembali kepada proses politik yang terhenti sebelum terjadi revolusi” yang digerakkan oleh Ansarullah (Houthi) yang menguasai Sanaa, ibu kota Yaman, pada September 2014. Proses itu berkenaan dengan pelaksanaan referendum konstitusi baru dan pengaturan pemilu presiden.

Hadi menegaskan tidak akan menyerahkan kekuasaan kecuali kepada “presiden terpilih.”

Lebih jauh, dia juga menuntut mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh dan pemimpin Ansarullah Abdul Malik al-Houthi supaya “berhenti terlibat dalam kegiatan politik dan harus keluar ke Yaman selama 10 tahun ke tempat pengasingan yang dapat mereka pilih, serta diterapkan sanksi internasional oleh Dewan Keamanan PBB terhadap keduanya.”

Berbagai sumber menyebutkan bahwa prakarsa Cheikh Ahmed mencanangkan supaya Hadi menyerahkan kekuasaan kepada wakil presiden yang akan disepakati dalam jangka waktu satu bulan melalui penandatanganan perjanjian damai yang akan dicapai. Usulan inilah yang ditolak oleh Hadi. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL