mekkah 2Mekkah, LiputanIslam.com – Sebanyak lebih dari dua juta umat Islam Selasa kemarin (22/9) memulai manasik ibadah haji di tanah suci Mekkah al-Mukarramah. Mereka menjalankan ibadah ini ketika banyak negara Islam di Timur Tengah dilanda krisis terorisme dan kecamuk perang.

Menurut laporan AFP, sekitar 2,4 juta umat Islam itu memulai manasik haji ketika gelombang kekhawatiran terjadap aksi teror dan kekerasan dirasa banyak orang bersamaan dengan krisis dan kekerasan yang mendera dunia Islam, termasuk perang Yaman yang dikobarkan oleh Saudi dan sekutunya.

Jutaan jemaah haji itu datang dari berbagai penjuru dunia di mana Indonesia merupakan negara yang tertinggi dari segi jumlah jemaah, yaitu 168,000 orang.
Kementerian Dalam Negeri Saudi menyatakan sebanyak 100,000 personil keamanan dikerahkan di tempat-tempat pelaksanaan ibadah haji untuk mengantisipasi serangan teror. Selain itu, sebanyak 15,000 kamera juga dipasang di berbagai lokasi untuk memantau jalannya ibadah haji dan membantu menjaga keamanan para jemaah.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Saudi, Faisal bin Said al-Zahrani mengatakan, “25 rumah sakit, termasuk sembilan rumah sakit di Madinah dan empat rumah sakit di Arafah serta 155 balai pengobatan telah disiagakan untuk berbagai kawasan demi memberikan layanan yang memadai kepada jemaah haji.”

Koran Saudi al-Riyadh melansir pernyataan juru bicara Kemneteri Dalam Negeri Saudi bahwa pihaknya tidak akan membiarkan siapapun mempolitisasi suasana musim haji, “sebab kumpulan besar manusia ini adalah untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.”

Sementara itu, majalah Economist menyebutkan bahwa Arab Saudi setiap tahun mendapat keuntungan sebesar 8 milyar dolar Amerika Serikat (AS) dari kedatangan para jemaah haji. Menurut data yang tersiar, setiap jemaah haji sepanjang musim haji rata-rata mengeluarkan dana sebesar 4000 dolar AS.

Dalam dua pekan terakhir, kota suci Mekkah dilanda beberapa insiden buruk. Insiden pertama terjadi 11 September berupa ambruknya crane atau derek raksasa hingga menimpa bagian bangunan Masjidil Haram dan menjatuhkan korban meninggal sebanyak 107 orang dan korban luka 238 orang.

Insiden kedua terjadi Kamis pekan lalu berupa kebakaran di sebuah hotel yang menyebabkan sebanyak lebih dari 1000 jemaah terpaksa diungsikan untuk sementara waktu.

Insiden ketiga adalah kebakaran di lantai 11 sebuah hotel yang juga menampung jemaah haji. Kebakaran ini membuat 1500 jemaah terpaksa keluar dari hotel, dan sebanyak empat jamaah asal Yaman menderita luka. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL