iraqi nouri-al-malikiBaghdad, LiputanIslam.com – Nouri al-Maliki akhirnya menyatakan resmi mundur dari jabatan perdana menteri Irak untuk digantikan oleh Heider al-Abadi. Sebagaimana dilaporkan al-Sumaria News, pengunduran diri itu dia kemukakan dalam pidato televisi siaran langsung Kamis (14/8).

“Saya tidak menginginkan jabatan pemerintahan apapaun, dan demi mencegah kembalinya Irak kepada era kediktatoran maka saya menghindari penggunaan kekuatan,” tutur Maliki.

Dia menambahkan, “Irak dulu terisolasi di dunia dan kini berhadapan dengan gelombang baru teroris, namun berhasil menemukan peranan regional dan globalnya… Saya berjanji bersiteguh pada ikrar saya untuk membela Irak yang besar ini. Yang dijadikan sasaran serangan adalah Irak, bukan sosok Maliki.”

Sebelumnya, para petinggi Aliansi Negara Hukum pimpinan Maliki juga sudah mengabarkan keputusan Maliki untuk tidak melanjutkan jabatan perdana menteri Irak ketiga kalinya.

Penasehat Maliki, Ali al-Musawi, dalam jumpa pers menyatakan Maliki telah menarik keputusannya untuk mengadukan Presiden Fuad Masum kepada Mahkamah Federal.

Wakil Aliansi Negara Hukum di parlemen Irak, Heitham al-Jeburi, juga mengatakan sudah diperoleh kesepakatan antara Maliki dan Abadi mengenai upaya menerobos kebuntuan, dan dalam hal ini Maliki sudah memutuskan untuk mencabut pengaduannya terhadap Fuad Masum.

Senin 11 Agustus lalu Masum resmi menugaskan Abadi supaya membentuk kabinet baru setelah sekitar dua minggu terjadi polemik mengenai pemerintahan baru Irak. Keputusan Masum itu menggusarkan Maliki sehingga mengajukan pengaduan kepada Mahkamah Federal. Namun belakangan Maliki mengendurkan sikapnya setelah Abadi mendapat dukungan dari banyak kalangan di dalam dan di luar negeri. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL