KualaLumpur, LiputanIslam.com –  Pemerintah Malaysia mengumumkan bahwa pasukannya yang semula ada di Arab Saudi telah beranjak meninggalkan Saudi.

Pengumuman itu dinyatakan melalui siaran pers Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah, Jumat (26/10/2018), setelah mengadakan pertemuan dengan sejawatnya dari Saudi Adel al-Jubeir yang berkunjung ke Malaysia.

Saifuddin mengatakan bahwa tentara Malaysia yang bergabung dengan pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi sejak tahun 2015 terlibat dalam perang Yaman telah pergi meninggalkan Riyadh. Dia tidak menyebutkan kapan tentara Malaysia itu angkat kaki dari Saudi.

Saifuddin mengaku telah menyampaikan keputusan yang diambil Kuala Lumpur ini kepada al-Jubeir.

Adel Al-Jubeir  juga mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Kuala Lumpur, Jumat.

Dia menyampaikan salam Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman kepada pemerintah dan rakyat Malaysia. Dalam pertemuan ini kedua pihak telah meninjau kembali hubungan dan kerjasama bilateral.

Pada Juni lalu Menteri Pertahanan Malaysia Mohammad Sebu menyatakan bahwa negaranya mempertimbangkan kembali keberadaan tentaranya di Saudi, dan karena itu akan segera dipanggil pulang.

Pada tahun 2015 saat Najib Tun Razak menjabat perdana Malaysia sejak 2009 hingga 2018 negara ini mengirim tentaranya ke Saudi untuk mengevakuasi warga negaranya dari Yaman. (mm/raialyoum/arabnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*