احتجاجات بالموصل وأهلها يحيون ليلة القدر على انقاض مرقد النبي يونس(ع)Baghdad, LiputanIslam.com – Penduduk Mosul, provinsi Nineveh, Irak, marah dan geram namun tak dapat berbuat-apa menyaksikan vandalisme kawanan teroris bersenjata Daulah Islam Irak dan Suriah (ISIS). Seorang narasumber dari provinsi tersebut mengatakan kepada al-Sumariya bahwa penduduk Mosul di malam-malam terakhir bulan suci Ramadhan mendatangi puing-puing komplek Tal al-Taubah dan apa yang tersisa dari bangunan Masjid Jami’ Nabi Yunus as.

Di situ mereka menyalakan lilin dan menghabiskan malam-malam terakhir bulan suci Ramadhan untuk menandai kesedihan dan protes mereka terhadap vandalisme ISIS terhadap tempat-tempat yang sangat dimuliakan oleh umat Islam.

“Penduduk kota Mosul menghidupkan Malam Qadar dan malam-malam terakhir bulan Ramadhan di atas puing-puing Tal al-Taubah, yaitu komplek yang di dalamnya terdapat makam dan Masjid Agung Nabi Yunus as,” ujar sumber tersebut.

Dia menambahkan, “Penduduk menyalakan lilin-lilin di atas puing-puing bangunan masjid jami’ yang telah diledakkan pada Kamis sore lalu. Kaum wanita Mosul mengumumkan belasungkawa atas apa yang menimpa makam-makam religius di kota ini.”

Menurutnya, penduduk juga menggalang unjuk rasa memrotes vandalisme terhadap monumen-monumen kebudayaan dan keagamaan di Mosul.

“Penduduk Mosul memandang apa yang terjadi di kota mereka berupa penghancuran monumen-monumen religius sebagai konspirasi besar multinasional di tengah kebungkaman dunia Arab dan Islam,” tuturnya.

Jumat (25/7) sore ISIS meledakkan Masjid Nabi Sheit as dan makam Nabi Jirjis as di pusat kota Mosul. Sebelumnya, mereka meledakkan makam dan Masjid Agung Nabi Yunus as yang tergolong sebagai monumen keagamaan terbesar kota Mosul. Selain itu mereka juga meledakkan makam Imam Abul Ali dan bangunan Husainiyah. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL