Ramallah, LiputanIslam.com –  Presiden Palestina Mahmoud Abbas kembali menegaskan penolakannya terhadap prakarsa “Deal of The Century” yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dan menilainya sebagai usulan yang justru menghentikan proses perdamaian Palestina-Israel.

“Kami tidak akan menerima Deal of The Century, dan tidak pula menerima AS sebagai satu-satu penengah dalam proses perdamaian,” tegas Abbas dalam pidato pembukaan rapat  Majelis Nasional Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) periode ke 23 yang baru diselenggarakan di Ramallah, Tepi Barat, Senin (30/4/2018), setelah 22 tahun masa berlalu dari rapat terakhir kalinya pada tahun 2009.

Dia melanjutkan, “Deal of The Century adalah prakarsa untuk menyudahi perdamaian karena mengeluarkan masalah al-Quds (Yerussalem) dan para pengungsi dari perundingan serta memperkenankan proyek permukiman Israel… Tak ada perdamaian tanpa al-Quds yang merupakan ibu kota negara Palestina untuk selamanya.”

Tanpa menyebutkan nama, dia juga menyindir faksi-faksi Palestina lain di Jalur Gaza dengan mengatakan bahwa sia-sia upaya mengadakan dewan tandingan di Jalur Gaza ataupun di luar Palestina.

Dia menambahkan bahwa pintu masih terbuka bagi faksi-faksi Palestina untuk berpartisipasi dalam Majelis Nasional. Faksi-faksi yang dia maksud adalah Front Rakyat Pembebasan Palestina (PLFP), Hamas, dan Jihad Islam yang menolak terlibat dalam majelis tersebut.

Dia juga menyeru mereka “menjauhkan anak-anak kecil dari area konfrontasi” dengan Israel “demi melindungi generasi mendatang.”

“Resistensi damai rakyat aktif, tapi kami menegaskan, jauhkanlah sedikit  anak-anak kecil dari konfrontasi, kita tidak ingin menjadi bangsa yang cacat,” ujarnya.

Majelis Nasional merupakan lembaga yang dibentuk oleh PLO di Ramallah sebagai parlemen Palestina. Menurut pihak PLO, pembukaan rapat majelis ini Senin kemarin dihadiri oleh delegasi dari 90 negara. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*