Riyadh, LiputanIslam.com –  Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah mengisyaratkan bahwa keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Al-Quds (Yerussalem) sebagai ibu kota Israel telah membuat Palestina berada di “persimpangan jalan” dengan kekuatan regional poros Arab Saudi dan berbagai kekuatan lain di gelanggang internasional.

Juru bicara kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeineh, Kamis (11/1/2018), menegaskan, “Tahap mendatang bertemakan resistensi (terhadap Israel) dan konsistensi kepada ketetapan-ketatapan nasional (Palestina), terutama (mengenai status) Al-Quds Timur sebagai ibu kota Palestina.”

Dia menambahkan, “Kota Al-Quds telah ditempati oleh sejarah, tradisi, dan agama, akan menjadi respon bagi segala tantangan, akan menjadi persimpangan (bagi Palestina) dengan berbagai kekuatan internasional dan regional dalam perlawanan terhadap rezim pendudukan (Israel) yang bersikeras melanjutkan proyek permukiman (Zionis) dan agresinya di bawah payung keberpihakan Amerika yang merugikan bangsa Palestina dan hak-hak nasionalnya yang sah.”

Abu Rudeineh menyatakan ada upaya-upaya untuk merekonstruksi kawasan dalam bentuk yang merugikan bangsa-bangsa regional dan independensi kehendak mereka sehingga menuntut adanya “opsi dan keputusan yang determinan dan tersendiri.”

“Kita sekarang berhadapan dengan pola baru yang berkembang cepat dan berlawanan dengan apa yang telah diperjuangkan seluruh umat Arab,” tegasnya.

Dia menambahkan, “Perkembangan yang terjadi dewasa ini dan bertujuan melancangi prinsip-prinsip identitas nasional Palestina menghadapkan periode Dewan Pusat (Palestina) mendatang pada tantangan besar dan detail, untuk menghadapi ancaman ini melalui realisasi kesatuan sikap nasional.”

Dia juga menegaskan bahwa “tantangan krusial ini” mengharuskan semua semua pihak dan kekuatan  untuk menghadapinya, dan bahwa “persatuan tujuan dan kesucian Al-Quds serta resistensi merupakan slogan-slogan bagi tahap mendatang demi menjaga keputusan nasional Palestina merdeka.”

Dewan Pusat Palestina yang merupakan lembaga kedua terbesar dalam Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) akan menggelar pertemuan pada Ahad dan Senin mendatang (21-22/1/2018) untuk membahas keputusan Trump mengenai Al-Quds. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL