Mahmoud-Abbas_45Ramallah, LiputanIslam.com – Kepala pemerintahan otonomi Palestina Mahmoud Abbas mengecam keras serbuan pasukan keamanan Zionis Israel terhadap Masjid al-Aqsha dan menuding Israel sedang mengobarkan perang terhadap rakyat Palestina di Baitul Maqdis .

“Kami yakin al-Quds (Baitul Maqdis/Jerussalem) akan tetap utuh karena rakyat Palestina akan terus menjaga dan mempertahankan kota ini,” katanya dalam pertemuan dengan para tokoh dan aktivis Masjidil Asha di Ramallah, Rabu (16/9), sebagaimana dilaporkan AFP.

Dia menambahkan, “Kami ada dan akan tetap ada di al-Quds, dan kami akan terus menjaga al-Quds serta tempat-tempat suci Islam dan Kristen kami. Kami tidak akan pernah meninggalkan tanah air kami.”

Pasukan Zionis Israel hari Minggu dan Senin lalu (13-14/9) menyerang warga Palestina yang berada di Masjidil Aqsha dengan menembakkan peluru karet dan gas air mata serta menganiaya dan memaksa keluar mereka dari masjid yang pernah menjadi kiblat pertama umat Islam ini.

Serangan itu juga menyebabkan terjadinya kebakaran di dalam komplek Masjidil Aqsha.

Perunding senior Palestina Saeb Erekat menyatakan rezim Zionis menerapkan pembatasan dengan tujuan memisahkan dan mencuri Kubah al-Sakhrah Masjidil Aqsha.

“Benjamin Netanyahu (Perdana Menteri Israel) mengubah ketentuan masuk ke Kubah al-Sakhrah adalah untuk tujuan strategis… Apa yang dia lakukan adalah bagian dari program dan pendirian strategisnya, tapi lantas untuk apa kami hidup jika Netanyahu sampai berhasil memisahkan dan mencuri Masjidil Aqsha,” katanya, seperti dikutip Times of Israel.

Menurut Erekat, serangan Israel itu juga merupakan reaksi Israel atas kemenangan Palestina dan berkibarnya bendera Palestina di PBB.
“Netanyahu tahu persis bahwa tindakan ini tak ubahnya dengan bermain api dan akan berujung kekerasan, ekstrimisme dan pertumpahan darah. Dunia harus mengeringkan lumpur rawa teroris Israel ini,” tegasnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL