Paris, LiputanIslam.com –  Presiden Perancis Emmanuel Macron, Selasa (14/2/2017), menegaskan “Prancis akan menyerang” Suriah jika terbukti telah terjadi penggunaan senjata kimia terhadap warga sipil dalam konflik Suriah.

Namun, Macron yang pernah menyebut penggunaan senjata kimia sebagai pelanggaran terhadap “garis merah” mengaku belum menemukan bukti demikian.

Dalam sebuah pembicaraan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat lalu dia menyatakan keprihatinannya atas tanda-tanda adanya penggunaan bom klorin terhadap warga sipil di Suriah.

“Pada senjata kimia, saya memberi garis merah dan saya mengkonfirmasi bahwa garis merah. Jika kita memiliki bukti yang menunjukkan adanya penggunaan senjata kimia yang terlarang dalam perjanjian maka kita akan menyerang tempat pembuatannya,” katanya kepada wartawan.

“Saat ini, agensi kami, angkatan bersenjata kami belum menetapkan bahwa senjata kimia, sebagaimana tercantum dalam perjanjian, telah digunakan terhadap warga sipil,” lanjutnya.

Pemerintah Suriah menepis keras tuduhan telah menggunakan senjata kimia, dan mengaku hanya menyerang kawanan teroris dan pemberontak. (mm/reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL