Beirut, LiputanIslam.com –  Koran Israel Maariv melaporkan bahwa negara ilegal Zionis ini mendapat masalah baru dalam berurusan dengan Lebanon karena tentara Lebanon dipastikan akan bersama para pejuang Hizbullah dalam perang mendatang antara Hizbullah dan Israel.

Sumber-sumber keamanan Israel berkeyakinan bahwa jika terjadi perang di front utara Israel maka kondisinya tidak akan seperti perang 33 hari antara Israel dan Hizbullah pada tahun 2016 karena nanti tentara Lebanon juga berubah menjadi musuh yang akan berkoordinasi penuh dengan Hizbullah di medan pertempuran melawan Israel.

Maariv juga menyebutkan bahwa dalam perang 2016 Israel didukung persenjataan mutakhir udara, laut dan darat terutama oleh Amerika Serikat, Perancis dan bahkan oleh Arab Saudi.

Menurut Maariv, isu pemberantasan terorisme telah menjadi alasan kuat bagi suplai senjata untuk tentara Lebanon. Akibatnya, kemampuan tentara Lebanon membaik dan menguat dalam menghadapi tentara terorganisir rapi dan tangguh semisal IDF, pasukan pertahanan Israel.

“Tentara Lebanon memang tidak memiliki senjata canggih, tapi sumber-sumber keamanan Israel menyatakan bahwa dibanding dulu tentara Lebanon sekarang dapat menghantam Israel dengan rudal-rudal berakurasi tinggi,” tulis Maariv, seperti dikutip al-Ahed, Jumat (3/3/2017).

Koran berbahasa Ibrani dan terlaris di Israel setelah Yedioth Ahronoth ini juga menyebutkan bahwa sesuai konstitusi Lebanon tentara negara ini yang notabene berasal dari semua komponen dan golongan berada di bawah pengawasan Presiden Michel Aoun yang bersekutu dengan Hizbullah. (mm/alahed)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL