Washington, LiputanIslam.com –  Kementerian Keuangan Amerika Serikat (AS) bereaksi keras terhadap peluncuran roket pengorbit satelit Iran “Simorgh” dengan mencantumkan enam lembaga Iran dalam daftar hitam terkait dengan program rudal balistik Iran.

Enam lembaga itu bernaung di bawah Kelompok Industri Shahid Hemmat (SHIG) yang menurut Kementerian Keuangan berperan kunci dalam program rudal balistik Iran.

Enam lembaga Iran itu menjadi target sanksi AS dengan alasan bahwa mereka terlibat dalam pembuatan komponen rudal. rudal pesawat tempur, mesin rudal balistik propelan cair, propelan cair, sistem panduan dan kontrol, serta melakukan penelitian dan perawatan terkait dengan rudal.

“Sanksi ini … menggarisbawahi keprihatinan mendalam AS  terhadap pembangunan berkelanjutan Iran serta pengujian rudal balistik dan perilaku provokatif lainnya,” kata Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin dalam sebuah pernyataannya, Jumat (28/7/2017).

Dia menambahkan, “Pemerintah AS akan terus secara agresif melawan aktivitas rudal balistik Iran, apakah itu peluncuran provokatif ruang angkasa … atau kemungkinan dukungan untuk serangan rudal Yaman Houthi ke Arab Saudi seperti yang terjadi pada pekan terakhir ini.”

Sebelumnya di hari yang sama, Republik Islam Iran meresmikan Pusat Ruang Angkasa Imam Khomeini dengan meluncurkan satu lagi roket pengorbit satelit. Roket yang diberinama “Simorgh” (nama sebuah burung dalam mitologi Persia) sukses mengorbitkan satelit pengintai seberat 250 kg pada ketinggian 500 km.

Jubir Kemlu AS Heather Nauert menyebut tindakan Iran ini “provokatif”dan melanggar resolusi DK PBB.

AS menuding Iran berusaha membuat rudal balistik antar benua dengan melakukan ujicoba melalui peluncuran misil pengorbit satelit. (mm/ap)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL