Foto ilustrasi kelompok teroris di Suriah

Beirut, LiputanIslam.com –  Hantaman rudal telah menerjang sebuah lokasi pertemuan para pemimpin kelompok ekstremis dekat kota Idlib, Suriah, dan menyebabkan sedikitnya 40 orang di antara mereka tewas, Sabtu (31/8/2019).

Tentang ini, Direktur Eksekutif LSM Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) Rami Abdulrahman mengatakan kepada AFP, “Serangan rudal telah menyasar perkumpulan para pemimpin kelompok Haras al-Din dan Ansar al-Tauhid serta beberapa kelompok lain yang bersekutu dengan keduanya di kamp pelatihan mereka. Sedikitnya 40 orang di antara mereka tewas.”

SOHR tidak dapat memastikan apakah rudal itu dilesatkan dari jet tempur ataupun ditembakkan dari jarak jauh.

Baca: Rusia: Dukungan Kepada Operasi Militer Suriah di Idlib Tidak Menyalahi Perjanjian dengan Turki

Insiden ini terjadi meskipun serangan udara ke Idlib telah diumumkan berhenti sejak Sabtu pagi setelah diterapkannya gencatan senjata yang telah diumumkan oleh Rusia.

“Jet-jet tempur sudah tidak ada lagi di angkasa, dan serangan udarapun berhenti,” ungkap Abdulrahman.

Dia menambahkan bahwa konfrontasi antara pasukan pemerintah Suriah dan kawanan bersenjata di sekitar Idlib juga terhenti setelah gencatan senjata itu diumumkan secara sepihak pada pukul 06.00 waktu setempat, namun serangan artileri dan roket masih berlanjut.

Suriah menerima penerapan gencatan senjata yang diumumkan Rusia pada hari Jumat itu, namun menegaskan bahwa pihaknya tetap mempertahankan haknya untuk membela diri di depan pelanggaran.

Menurut SOHR, tentara Suriah pada Kamis lalu memperoleh kemajuan baru dalam operasi militernya di provinsi Idlib dengan merebut sejumlah desa dan distrik.

Sejak beberapa hari sebelumnya tentara Suriah berhasil menguasai kota Khan Sheikhoun dan setelah itu mereka masih terus bergerak maju di kawasan sekitarnya. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*