Damaskus, LiputanIslam.com – Lima tentara Suriah tewas di sebuah posisi mereka di provinsi Idlib di bagian tenggara negara ini akibat serangan sebuah kelompok teroris yang bercokol di sana, Kamis (4/4/2019).

Menurut  laporan Sputnik, serangan itu dilancarkan oleh Haras al-Adin, sebuah kelompok pengikut  Ayman al-Zawahiri, pemimpin al-Qaeda di Afghanistan, dengan menggunakan roket Konkurs anti tank yang diarahkan di front distrik  Shaham al-Hawa di bagian tenggara provinsi Idlib.

Sumber militer Suriah mengatakan bahwa serangan itu segera mendapat balasan telak dari tentara Suriah.

“Satuan tentara Suriah mereaksi penembakan roket itu dengan balasan intensif dengan senjata artileri, yang menyasar posisi-posisi dan pergerakan kawanan bersenjata di seluruh poros tenggara Idlib, sehingga sejumlah posisi dan benteng mereka hancur, dan sejumlah orang di antara mereka tewas dan terluka di poros al-Tah, al-Tamanu’ah, al-Khuwain, dan al-Zarzour,” papar sumber itu.

Dia menambahkan bahwa tentara Suriah juga menggempur kelompok-kelompok rival  Hayat Tahrir Sham alias Jabhat al-Nusra di sekitar kota Khan Sheikon, provinsi Idlib.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Moallem menegaskan bahwa negaranya “masih menuggu implementasi perjanjian Sochi, namun kesabaran memiliki batasan, dan kami harus membebaskan negeri ini.”

Pernyataan ini menandakan bahwa Damaskus bertekad untuk melancarkan operasi militer kontra-teroris di Idlib.

Di sisi lain, Rusia yang bersekutu dengan pemerintah Suriah mengutamakan negosiasi dengan Turki, namun Turki malah memperkuat pasukannya di bagian utara Suriah. Hal ini menunjukkan tekad Ankara membangun zona penyangga di Idlib dan Manbij  secara sepihak tanpa campur tangan Rusia sehingga melanggar kesepakatan Sochi yang mengharuskan Turki berupaya mengatur kembali kelompok-kelompok bersenjata pendukungnya. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*