liga arabKairo, LiputanIslam.com –   Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmet Aboul Gheit meminta segera diadakan gencatan senjata secepatnya di kota Aleppo, Suriah, demi penyaluran bantuan kemanusiaan, serta menyerukan supaya upaya regional dan internasional digalakkan lagi demi menghidupkan dialog antara oposisi dan pemerintah Suriah.

“Apa yang terjadi sekarang adalah pembantaian dalam arti yang sesungguhnya, dan gencatan senjata harus diterapkan,” ujarnya dalam sidang darurat Liga Arab tingkat delegasi 22 negara anggotanya di Kairo, Mesir, Selasa (4/10/2016) untuk membahas situasi kemanusiaan di Aleppo.

Dia menyerukan supaya masyarakat Arab berperan dalam penyelesaian krisis Suriah dan meminta Kelompok Sahabat Suriah (Syrian Support Group/SSG) untuk setidaknya mengupayakan gencatan senjata di Alepppo.

Amerika Serikat (AS) dan Rusia beberapa waktu lalu selaku mediator penyelesaian krisis Suriah sempat berhasil menerapkan gencatan senjata yang disetujui oleh pemerintah Damaskus demi menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Gencatan senjata semula dinyatakan dapat diperpanjang, tapi ternyata tak berlanjut dan disebut-sebut sebagai akibat terjadinya aksi dukungan AS kepada ISIS dalam bentuk serangan udara hebat terhadap posisi-posisi pasukan Suriah yang sedang bertempur melawan ISIS di dekat kota Deir al-Zor di bagian timur Suriah. Serangan ini sangat memukul pemerintah Suriah dan Rusia karena menjatuhkan puluhan korban tewas di pihak tentara Suriah.  (Baca: Gawat, AS Bantu ISIS di Deir al-Zor, 90 Tentara Suriah Terbunuh)

AS menyatakan serangan itu salah sasaran, tapi pemerintah Suriah dan Rusia memastikan serangan itu disengaja.

Belakangan, AS menangguhkan perundingannya dengan Rusia mengenai gencatan senjata di Suriah,  dan ini disesalkan oleh pemerintah Rusia. (Baca: AS Bekukan Perundingan Dengan Rusia Mengenai Gencatan Senjata Suriah )

AS bahkan dilaporkan sedang mempelajari kemungkinan untuk campurtangan langsung dalam konflik Suriah dengan berpihak kepada pasukan oposisi Suriah.

Para petinggi keamanan,  perwakilan Kemlu dan pusat intelijen, dan dewan staf gabungan angkatan bersenjata AS dalam sebuah sidang “Komisi Perwakilan” Rabu pekan lalu  mendiskusikan “serangan militer terbatas” terhadap pemerintah Suriah demi mendesak presiden Suriah Bashar al-Assad agar mengubah pendiriannya terkait dengan perang di Aleppo.  (mm/RT/AFP/alalam/washingtonpost)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL