liga arabKairo, LiputanIslam.com – Liga Arab mengecam seruan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kepada kepada umat Yahudi Perancis agar berimigrasi ke tanah penduduk Palestina.

“Ini sama sekali tidak bisa diterima. Ini dapat mengacaukan populasi nasional negara, dan dalam tatanan internasionalpun juga tak dapat diterima,” ungkap Wakil Sekjen Liga Arab Mohammad Subaih dalam jumpa pers di markas organisasi negara-negara Arab ini di Kairo, ibu kota Mesir, sebagaimana dilaporkan situs berita al-Youm al-Sabea, Senin (12/1/2015).

Subaih menilai seruan yang dilontarkan Netanyahu tersebut hanya akan memperuncing konflik bernuansa agama serta menjadi satu bukti bahwa Tel Aviv sama sekali tidak menghargai undang-undang internasional dan hukum negara lain.

Menurut Subaih, seruan Netanyahu itu juga merupakan tindakan lancang terhadap Perancis yang merupakan anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Seruan seperti ini hanya akan menimbulkan ketegangan dan instabilitas di dunia,” kecamnya.

Seperti pernah diberitakan, seruan itu dilontarkan Netanyahu dalam siaran televisi Israel menyusul peristiwa penyanderaan berdarah yang dilakukan oleh seorang pria di sebuah supermarket di Paris, ibu kota Perancis, Jumat pekan lalu. Dalam peristiwa itu empat orang sandera yang tewas diketahui sebagai warga Yahudi.

“Untuk seluruh Yahudi di Perancis, untuk semua Yahudi di Eropa, saya ingin mengatakan bahwa Israel bukan hanya kiblat saat Anda berdoa. Israel adalah rumah Anda,” kata Netanyahu. (Baca juga: Netanyahu Serukan Yahudi Perancis Pindah ke Israel)

Kecaman terhadap Netanyahu juga dinyatakan oleh Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas. Kelompok pejuang Palestina bahkan menilai tidak kecil kemungkinan serangan terhadap supermarket itu dilakukan oleh rezim Zionis sendiri di tengah merebaknya isu terorisme di Perancis pasca tragedi serangan teror terhadap majalah “Chalie Ebdo” di Paris.

“Tidak kecil kemungkinan Netanyahu sendiri terlibat dalam serangan teror di supermarket milik warga Yahudi di Paris,” ungkap Hamas dalam statemennya Senin kemarin.

Menurut Hamas, Israel mencoba memancing ikan di air keruh untuk berkampanye supaya kaum Yahudi di Eropa bersedia pindah ke Palestina pendudukan.

Hamas beralasan bahwa kejadian seperti itu pernah diandalkan dalam sejarah kaum Zionis dalam berupaya memenuhi Palestina dengan umat Yahudi dari berbagai negara dunia. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*