Kairo, LiputanIslam.com –  Liga Arab mengecam kepetusan Rezim Zionis Israel untuk mendirikan permukiman Yahudi Zionis baru di Al-Quds (Yerussalem) Timur.  Organisasi yang menghimpun negara-negara Arab ini menyebut tindakan Israel itu menunjukkan bahwa Israel “menantang kehendak internasional dan melawan segala upaya untuk menyukseskan solusi dua negara.”

“Keputusan otoritas Israel di Al-Quds menyetujui pembangunan unit-unit permukiman di kawasan Jabal al-Mukaber merupakan rangkaian rencana strategis yang jelas-jelas bertujuan mengoyak ikatan Al-Quds Timur dan menghalangi jalinan geografis antara distrik-distrik di dalamnya di dalamnya dan distrik-distrik  lain di bagian barat,” ungkap Mahmoud Afifi, juru bicara Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit, mengutip pernyataan Aboul Gheit, Kamis (26/10/2017).

Sehari sebelumnya otoritas Israel menyetujui pembangunan 176 unit permukiman baru Zionis di wilayah berpenduduk Palestina di Al-Quds Timur. Jabal al-Mukaber berada di wilayah yang dirampas dan dianeksasi Israel dalam perang Timur Tengah 1967.

“Kami mempersatukan Yerusalem melalui tindakan di lapangan,” kata walikota Al-Quds Nir Barkat dalam sebuah pernyataan mengenai perluasan pemukiman tersebut.

Sekjen Liga Arab menegaskan bahwa keputusan Israel itu juga bertujuan “memblokade eksistensi orang-orang Palestina di Al-Quds dengan lingkaran yang membentang dari permukiman Yahudi dengan maksud menggagalkan skenario apapun di masa mendatang untuk mendirikan negara Palestina pada garis perbatasan 4 Juni 1967 dengan ibu kota Al-Quds Timur.”

Dia juga mengingatkan, “Tak ada negara Palestina tanpa Al-Quds Timur sebagai ibu kotanya.” Menurutnya, pembangunan permukiman tersebut merupakan pelanggaran terhadap undang-undang internasional, dan Dewan Keamanan PBB memandang ilegal permukiman Yahudi di wilayah Palestina.

Pekan lalu, Israel mengumumkan persetujuannya untuk pembangunan ratusan rumah tambahan untuk imigran Yahudi Zionis di Tepi Barat, sehingga mengundang kutukan dari Palestina dan Uni Eropa.

Perundingan damai Israel-Palestina belum pernah digelar sejak 2014, dan sekarang kondisi ini diperparah oleh pembangunan permukiman baru tersebut.

Sekira 500.000 orang Israel tinggal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, wilayah yang menampung lebih dari 2,6 juta orang Palestina. (mm/afp/alarabia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL