yaman ansarullahKairo, LiputanIslam.com – Sekjen Liga Arab Nabil Elaraby menentang “deklarasi konstitusional” gerakan Ansarullah atau kelompok Syiah al-Hothi, Minggu (8/2/2015). Sebagaimana dilaporkan Sky News, dia menilai deklarasi itu hanya akan memperparah kekerasan di negara ini.

Dia meminta Ansarullah menghargai pemerintahan yang sah di Yaman, dan karena itu dia mengimbau Abd Rabbuh Mansur Hadi dan Khaled Bahah kembali ke jabatan masing-masing sebagai presiden dan perdana menteri Yaman.

Elaraby juga menyerukan kepada semua elemen politik di Yaman supaya kooperatif dengan upaya Utusan Khusus Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Jamal Benomar untuk mengatasi kemelut di negara ini.

Sekjen PBB sendiri Ban Ki-moon dalam lawatannya ke Arab Saudi juga menyatakan Mansur Hadi sebaiknya tetap bertahan di pos kepresidenan.

Sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya, Ansarullah Jumat lalu (6/2/2015) mengumumkan “dekrarasi konstitusional” berisikan pernyataan pembubaran parlemen dan pembentukan Dewan Kepresidenan. Dewan ini terdiri atas lima anggota dewan untuk menjalankan tugas kepresiden dan membentukan pemerintahan transisi. (Baca: Parlemen Yaman Dibubarkan, Ansarullah Bentuk Pemerintahan Transisi)

Di pihak lain, pemimpin Ansarullah Abdel Malik al-Houthi Sabtu lalu (7/2/2015) menegaskan bahwa deklarasi tersebut merupakan langkah monumental yang harus ditempuh untuk mengatasi kevakuman dan merupakan upaya rakyat Yaman bergerak maju menuju kebebasan, kemuliaan dan kemerdekaan.

Ditujukan kepada negara-negara dunia dia menyatakan bahwa rakyat Yaman berhak berjuang merealisasikan cita-citanya yang sah.
Dia juga menyebutkan bahwa kelompok-kelompok yang telah jatuh di Yaman dan didukung oleh kekuatan asing berusaha menghalangi revolusi rakyat Yaman.

“Apa yang dilakukan rakyat Yaman sehingga kelompok-kelompok itu memperlakukannya sedemikian rupa dan berusaha merongrongnya adalah perlawanan terhadap konspirasi demi konspirasi,” ungkapnya, sebagaimana dikutip Alalam.

Dia menambahkan Mansur Hadi sengaja mundur dengan tujuan menciptakan kevakuman dan melumpuhkan lembaga-lembaga pemerintahan.

“Kevakuman politik di dalam pemerintahan adalah konspirasi anti rakyat Yaman,” kata.

Menurutnya, mundurnya Mansur Hadi merupakan tindakan keliru yang tidak menghargai aspirasi rakyat Yaman dan bertujuan menggiring negara kepada kekacauan dan kehancuran.

“Tapi tujuan ini tidak tercapai karena rakyat Yaman terjaga, hidup dengan kesadaran akan tanggungjawab dan waspada terhadap konspirasi,” ujarnya.

Dia juga menegaskan bahwa deklarasi konstitusional merupakan langkah yang ditempuh dengan “penuh rasa tanggungjawab dan tidak sembrono” serta “menjamin terbukanya peluang untuk partisipasi semua kelompok.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL