TelAviv, LiputanIslam.com –  Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman mengungkap keresahannya terhadap eksistensi Iran di Suriah dengan menuding negara republik Islam itu menjadikan Suriah sebagai jembatan untuk menyerang Israel.

Terkait dengan ini dia mengatakan bahwa para pakar Rusia, Amerika Serikat (AS), dan Israel di Wina, Austria, akan mengadakan perundingan mengenai kawasan de-eskalasi di bagian barat daya Suriah.

“Kami menyetujui upaya menentramkan situasi di semua wilayah Suriah. Evaluasi disertai hal-hal yang lebih rinci di Suriah selatan sejauh ini masih terlalu dini karena di tahap ini kami memang tidak memiliki hal-hal detail dan panjang. Masalah ini bagus dijelaskan dalam pertemuan tim-tim Israel, Rusia, dan AS di Wina,” ungkapnya dalam wawancara dengan koran Rusia Kommersant yang dipublikasi Rabu (12/7/2017) dan dikutip pula oleh FNA milik Irak Kamis (13/7/2017).

Dia melanjutkan, “Iran sekarang menjadikan seluruh Suriah, termasuk bagian selatannya, sebagai jembatan untuk menyerang Israel, kami belum siap untuk mengakuinya, kami belum siap untuk menghadapi hal itu.  Jadi kami berusaha memastikan bahwa tidak ada pemandangan mereka(orang-orang Iran) di sana, ini adalah salah satu syarat utama yang kami tekankan.”

Menurutnya, Israel tidak akan ikut campur dalam situasi di Suriah, namun tidak akan membiarkan Iran menguat di selatan Suriah.

“Kami tidak ikut campur dalam urusan internal Suriah atau pihak lain. Kami adalah negara mandiri dengan infrastruktur yang sangat kuat. Kami melakukan dengan baik, kami tidak akan menyentuh siapa pun dan kami tidak mengklaim wilayah manapun, “kata Lieberman. (mm/sputnik/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL