iran-israel-flagTeheran, LiputanIslam.com – Kepala Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran Majelis Syura Islam, Alaeddin Boroujerdi, menyatakan bahwa Rezim Zionis Israel telah meminta Iran melalui “kanal resmi” supaya tidak usah memperpanjang kasus Qunietra yang menggugurkan enam pejuang Hizbullah dan satu jenderal Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran/IRGC).

“Kami telah menerima surat dari sebuah kanal resmi bahwa para Zionis menyatakan tidak ingin memperpanjang dan memperuncing kasus ini (serangan Israel di Quneitra). Karena itu, mereka meminta kepada pihak lawan supaya menunjukkan sikap yang sama,” ungkap Boroujerdi pada sebuah acara talk show TV Alalam Senin (2/2/2015) sembari menyebutkan bahwa surat itu telah disampaikan melalui kanal resmi kepada pejabat Kementerian Luar Negeri Iran.

Dia menambahkan, “Para Zionis sudah mengalami lima kali perang. Saya kira ini sudah cukup, dan saya juga yakin bahwa penilaian yang fair ialah bahwa Rezim Zionis kalah dalam peperangan ini dan tidak menghendaki kalah untuk keenam kalinya. Jadi, tindakan apapun yang mereka lakukan pasti akan mendapat balasan sengit dari kubu muqawamah (perlawanan anti Zionis), akan menimbulkan masalah lagi bagi mereka, dan bisa jadi juga akan berubah menjadi perang total. Saya kira mereka tidak berharap akan mengambil keputusan yang dapat mengulangi kekalahan mereka di masa lalu. “

Dia juga menilai Hizbullah sejauh ini masih belum menempuh langkah apapun terhadap Israel.

“Pertama, langkah Hizbullah sejauh ini masih belum ada, melainkan baru sebatas reaksi, yakni Shebaa membalas Quneitra. Kedua, operasi Hizbullah tersebut terjadi di wilayah Lebanon sendiri. Sebagaimana diketahui semua orang, Shebaa adalah kawasan Lebanon, sedangkan hukum internasional menegaskan bahwa setiap bangsa berhak membela diri dan tanah airnya di depan kekuatan pendudukan. Atas dasar ini tak seorang melontarkan kritik terhadap hak ini,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Hizbullah telah melancarkan serangan roket terhadap konvoi kendaraan lapis baja Israel di kawasan pertanian Shebaa hingga menewaskan dan melukai beberapa tentara Zionis pada 28 Januari 2015.

Serangan telak ini dilancarkan Hizbullah sebagai balasan atas serangan militer Israel terhadap sekelompok pejuang Hizbullah di Quneitra yang telah menggugurkan enam anggota Hizbullah dan satu jenderal Iran.

Rangkaian peristiwa menimbulkan situasi mencekam di wilayah Israel karena dikhawatirkan akan terjadi perang untuk kesekian kalinya antara Israel dan milisi tangguh Hizbullah yang didukung Iran. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL