Manama, LiputanIslam.com –  Empat polisi  Bahrain menderita luka-luka terkena “serangan teror” di bagian selatan negara kerajaan ini, Minggu (26/2/2017). Bersamaan dengan ini terjadi pula unjuk rasa akbar rakyat Bahrain untuk membela pemimpin agama mereka, Syeikh Isa Qassim.

“Satu unit bus transportasi polisi terkena ledakan teror… mengakibatkan empat personil terluka, namun kondisi mereka stabil,” cuit Kemendagri Bahrain di Twitter.

Kemendagri Bahrain tidak memberikan keterangan lebih lanjut, kecuali bahwa serangan itu terjadi dekat kawasan Jaw yang pada tanggal 2 Januari lalu dilanda serangan terhadap sebuah penjara hingga menyebabkan kaburnya 10 orang tervonis hukuman berat karena terlibat “aksi teror.”

Dalam peristiwa lain yang terjadi Minggu malam, pasukan keamanan Bahrain terlibat bentrok dengan para pengunjuk rasa di sekitar Manama, ibu kota Bahrain, menyusul penyidangan terhadap ulama senior Muslim Syiah Bahrain Ayatullah Syeikh Isa Qassim.

Para pengunjuk rasa saat itu memekikkan slogan-slogan anti rezim al-Khalifah sembari membawa poster-poster Syeikh Isa Qassim yang kewarganegaraannya telah dicabut pada Juni 2016.

“Bela Ayatullah Syeikh Isa Qassim, meski harus mati,” pekik mereka.

Malam itu terjadi unjuk rasa besar-besaran di berbagai penjuru Bahrain sebagai respon rakyat atas seruan para ulama Bahrain demi membela Syeikh Isa Qassim.

Para ulama mengingatkan, “Rakyat telah menegaskan kesiapan penuh mereka mati syahid dan berkorban demi membela pemimpin agama dan nasionalnya, Syeikh Isa Qassim, dengan kesadaran penuh bahwa membelanya merupakan urusan agama yang telah terancam bahaya dalam sejarah negeri ini.”

Seperti diketahui, Bahrain rusuh sejak rezim al-Khalifah yang berkuasa di negara ini menggunakan tangan besi untuk menumpas gerakan reformasi yang dimulai pada tahun 2011 dan berlanjut sampai sekarang.

Bahrain yang sudah sekian lama menjadi pangkalan armada ke-5 Amerika Serikat telah mendapat kecaman dari berbagai organisi peduli HAM karena telah menindas rakyatnya dan menindak demonstran dengan kekerasan yang telah menjatuhkan banyak korban tewas dan luka. (mm/raialyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL