Damaskus, LiputanIslam.com –  Serangan teror kembali menerjang Damaskus, Ibu kota Suriah. Rabu kemarin (15/1/2017) teroris takfiri meledakkan bom di sebuah gedung pengadilan di distrik Hamidiyah, Damaskus, mengakibatkan sedikitnya 31 orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka.

Sumber pengadilan mengatakan bahwa pelaku meledakkan diri di sebuah koridor setelah pasukan keamanan melarangnya memasuki gedung. Senada dengan ini, sumber Komando Polisi Damaskus mengatakan pelaku telah meledakkan bom sabuk yang dikenakannya. Pasukan keamanan lantas memblokir lokasi ledakan.

Tak lama kemudian, satu bom lagi meledak di dalam sebuah restoran di area al-Rabweh, sebelah barat gedung pengadilan tersebut, menjatuhkan beberapa korban.

Belum ada kelompok yang menyatakan bertanggungjawab atas dua serangan ini.

Beberapa hari lalu Jabhat Fateh al-Sham, cabang al-Qaeda di Suriah, menyatakan bertanggungjawab atas dua ledakan bom yang menyasarkan bus rombongan peziarah dari Irak di Damaskus. Serangan ini menjatuhkan korban meninggal sebanyak 71 orang yang sebagian besar di antaranya adalah warga negara Irak.

Kelompok pejuang Hizbullah Lebanon mengecam serangan teror yang “telah menggugurkan dan melukai puluhan hakim, pengacara dan petugas keamanan sipil”.

“Kejahatan teror ini terjadi pada momen peringatan dimulainya konspirasi yang menyasar pemerintah dan rakyat Suriah pada tahun 2011,” ungkap Hizbullah.

Menurut Hizbullah, serangan ini direncanakan oleh pihak asing namun dieksekusi oleh kalangan internal Suriah sendiri dengan tujuan mematahkan tekad Suriah dan memaksa negara ini menyerah kepada para agresor.

Kecaman juga dilontarkan oleh Jubir Kemlu Iran Behram Ghasemi.

Dia menegaskan bahwa setiap kali para teroris kalah di medan tempur dan di gelanggang politik mereka selalu berusaha meningkatkan ketegangan dengan cara melancarkan serangan bunuh diri secara membabi buta.  (mm/presstv/raialyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL