Riyadh, LiputanIslam.com –  Badan Pusat Statistik Arab Saudi menyatakan bahwa jumlah jemaah haji tahun ini mencapai 2,371,675 orang dengan rincian 1.758,722 di antaranya dari luar negeri, dan 612,953 lainnya dari dalam negeri.

Dalam pengumumannya pada Senin malam waktu setempat (20/8/2018) Badan Pusat Statistik Arab Saudi juga menyebutkan bahwa jumlah jemaah pria dari dalam dan luar negeri 1,327,127 orang, dan jemaah perempuan 1,044,548 orang.

Jemaah haji dari negara-negara Teluk Persia 34,140 orang (1,9% dari total jemaah), sedangkan dari negara-negara Arab lainnya 395,410 orang (22,5%), dari negara-negara Asia non-Arab 1,049,496 orang (59,7%), dari negara-negara Afrika bon-Arab 166,083 orang (9,5%), dari negara-negara Eropa 88,601 orang (5%), dari negara-negara Benua Amerika utara dan selatan serta Australia 24,992 orang (1,4%).

Jemaah luar negeri yang datang melalui jalur udara 1,656,936 orang, dari jalur darat 85,623 orang, dan dari jalur laut 1,163 orang.

Indonesia memiliki kuota haji 20,000, tetapi hanya terpakai 203.351. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar Ali menyatakan bahwa tidak terpakainya kuota itu salah satunya karena calon haji yang ditetapkan berangkat, justru membatalkan di menit-menit akhir.

Proses wukuf di Padang Arafah telah usai. Jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan ke Muzdalifah sejak sekitar pukul 17.00 waktu setempat, Senin (20/8/2018). Di Muzdalifah jemaah akan singgah sejenak untuk mendapatkan kerikil lempar jumroh.

Setelah lewat malam, dari Muzdalifah jemaah bergerak menggunakan bus menuju Mina. Di Mina, jemaah akan singgah di tenda untuk kemudian melakukan lempar jamroh Aqobah.

Bagi jemaah haji yang mengambil nafar awal, cukup menginap dua malam di perkemahan yang ada di Mina. Sedangkan jemaah yang mengambil nafar tsani menginap tiga malam. (mm/raialyoum/liputan6/detik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*