gubernur anbar irak sohaib alrawi

Gubernur Anbar, Sohaib al-Rawi.

Ramadi, LiputanIslam.com – Gubernur provinsi Anbar, Irak, Sohaib al-Rawi, menyatakan sebanyak lebih dari 1000 teroris anggota kelompok takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tewas dalam proses pembebasan Ramadi, ibu kota Anbar. Bersamaan dengan ini, Perdana Menteri Irak Haider Abadi menyatakan bahwa tahun 2016 akan menjadi tahun kemenangan final Irak atas ISIS.

Sebagaimana dilansir Alghadpress, tewasnya ribuan petempur ISIS itu dikemukakan al-Rawi dalam pernyataannya di TV al- Anbar menyambut keberhasilan pasukan Irak membebaskan Ramadi secara total dari cengkraman ISIS.

“Kami sampaikan kabar gembira kepada Anda bahwa bendera Irak telah berkibar di atas bangunan komplek pemerintahan di Ramadi setelah bangunan ini dibersihkan dari kuku-kuku dan sisa-sisa ISIS,” ungkapnya.

Dia menambahkan, “Pertempuran pembebasan Ramadi telah menewaskan lebih dari 1000 anggota ISIS. Kemenangan ini datang berkat sayap-sayap angkatan bersenjata dan pasukan adat, khususnya setelah pembebasan area-area permukiman dalam kota, dengan semangat pasukan ini untuk menuntaskan pembebasan tanah ini sepenuhnya.”

Dia juga menegaskan bahwa pasukan Irak dan koalisi anti ISIS masih terus menimpakan serangan-serangan telak dan memburu kawanan ISIS hingga terbebasnya semua wilayah provinsi Anbar.

Seperti diberitakan sebelumnya, juru bicara operasi gabungan pasukan Irak Brigjen Yahya Rasul, Senin (28/12) mendeklarasikan keterbebasan Ramadi sepenuhnya dari cengkraman ISIS. (Baca: Ramadi Bebas Dari Cengkraman ISIS)

Sementara itu, Perdana Menteri Irak Haider Abadi dalam ucapan selamatnya kepada rakyat Irak atas pembebasan Ramadi menegaskan bahwa tahun 2016 akan menjadi tahun kemenangan final Irak atas ISIS.

“Jika tahun 2015 adalah tahun pembebasan, maka tahun 2016 adalah tahun kekalahan final dan besar ISIS di Irak, dan hingga akhir tahun ini Irak akan bersih dari eksistensi ISIS,” katanya.

Dia mengakui terjadi kelambanan dalam pembebasan Ramadi, tapi dia beralasan bahwa hal itu terjadi demi melindungi jiwa warga sipil.

“Seandainya tidak ada kekhawatiran terhadap jiwa warga sipil maka kami dapat membebaskan kota ini lebih cepat,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa semua tempat, tak terkecuali gedung-gedung sekolah, masjid, rumah sakit, jalanan serta apapun yang dianggap dapat menghadang pasukan Irak telah dipasangi bahan peledak oleh kawanan ISIS.

Perdana Menteri Irak juga meminta khayalak dunia supaya tidak menolerir radikalisme karena faham ini, menurutnya, menjadi pangkal dan biang terorisme di dunia. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL