Beirut, LiputanIslam.com –   Ketua Liga Arab Ahmed Abul Gheit menyatakan bahwa negara-negara anggota Liga Arab belum mencapai konsensus mengenai kembalinya Suriah ke organisasi yang beranggotakan 22 negara Arab ini.

“Ketika ada konsensus Arab, dan ketika kami yakin tidak ada keberatan dari satu sisi atau sisi lain, itu akan sesederhana menempatkannya dalam agenda pertemuan (para menteri luar negeri Arab),” katanya pada konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Lebanon, Jebran Bassil, di Beirut, ibu kota Lebanon, Jumat (18/1/2019).

Konferensi pers ini diadakan sebagai bagian dari KTT Pembangunan Ekonomi dan Sosial Arab yang diselenggarakan di Beirut.

Selumnya di hari yang sama Bassil menyerukan pembalian Suriah ke Liga Arab setelah lebih dari tujuh tahun keanggotaan Damaskus di organisasi negara-negara Arab ini dibekukan menyusul krisis yang melanda Suriah.

Selain itu, beberapa jam sebelum pernyataan Aboul Gheit Asisten Ketua Liga Arab Houssam Zaki mengatakan kepada wartawan bahwa “kembalinya Suriah tidak bisa dihindari,” dan ini menunjukkan bahwa Suriah tidak pernah diusir dari Liga Arab, dan hanya ditangguhkan keanggotaannya.

Masalah apakah KTT tersebut ini mengundang Suriah atau tidak dan seruan Libanon untuk mengembalikan keanggotaan Suriah di Liga Arab telah menimbulkan kontroversi di Libanon.

Masalah keikutsertaan Libya juga telah membangkitkan protes di lapangan yang ditandai dengan penurunan bendera Libya dari sebuah tiang di dekat tempat pertemuan puncak olehpara pendukung Gerakan Amal Lebanon.

Liga Arab menangguhkan Suriah pada November 2011 dengan dalih banyaknya angka kematian akibat apa yang diklaim oleh sebagian negara anggotanya sebagai “penindasan dan brutalitas” rezim Damaskus terhadap protes anti-pemerintah.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir ini Pasukan Arab Suriah (SAA) yang loyal kepada Presiden Bashar al-Assad berhasil mengalahkan kubu pemberontak dan teroris yang mengatasnamakan “jihad”, dan karena belakangan ini tampaknya sedang berlangsung upaya pemulihan keanggotaan Suriah di Liga Arab. (mm/naharnet/abc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*