egypt-lebanonBeirut, LiputanIslam.com – Mesir dan Lebanon diam-diam memulai upaya peningkatan hubungan diplomatik dan keamanan. Keduanya menyatakan siap menggalang kerjasama dan kordinasi di berbagai bidang untuk menumpas terorisme dan faham takfiri.

Menurut laporan IRNA Jumat (11/4), hal tersebut dilakukan dalam pertemuan Menteri Luar Negeri (Menlu) Lebanon Gebran Bassil beberapa waktu lalu dengan para pejabat Mesir di Kairo menjelang Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Arab di Kairo serta kunjungan Menlu Mesir Nabil Fahmy ke Beirut.

Gebran Bassil yang merupakan tokoh Kristen Maronit Lebanon juga menyatakan pihaknya sangat mementingkan pengembangan hubungan dan kerjasama “Islam-Kristen”, dan dalam rangka ini telah terjadi komunikasi dan kegiatan intensif yang tidak semuanya dilakukan secara terbuka.

Sumber-sumber pemberitaan Lebanon menyebutkan bahwa di sela-sela KTM Liga Arab di Kairo bulan lalu Bassil telah mengadakan pertemuan dengan tokoh penting Mesir, namun tersembunyi dari sorotan media. Dua hari sebelum pertemuan luar biasa Liga Arab  itu Bassil juga mengadakan pembicaraan selama dua jam dengan seorang tokoh penting Mesir yang hingga kini masih dirahasiakan identitasnya.

Mengutip sumber-sumber diplomatik yang memantau perkembangan hubungan Mesir-Lebanon, Harian al-Safir terbitan Lebanon menyebutkan, “Pasca kegagalan rencana Ikhwanul Muslimin, Mesir bermaksud membangun fondasi sebuah sistem politik baru untuk membangun cakrawala masa depan Dunia Arab serta menemukan kembali peran historisnya sebagai sebuah negara demokratis, dan dengan demikian praktis Mesir menjaga jarak dari tindakan-tindakan kaum takfiri di berbagai negara seperti Tunisia, Suriah dan bahkan Lebanon.”

Sumber-sumber itu menambahkan, “Gerakan-gerakan diplomatik yang hasilnya secara politis mengemuka sesudah kunjungan terbaru Menlu Mesir Nabil Fahmy ke Beirut dalam waktu dekat juga akan terlihat pada bidang-bidang lain seperti keagamaan dan keamanan.”

Al-Safir menyebutkan bahwa belum lama ini Bassil juga mengadakan pertemuan dengan Rektor Universitas al-Azhar Syekh Ahmad al-Tayeb di Kairo selama satu setengah jam. “Sumber-sumber diplomatik,” tulis al-Safir, “menilai pertemuan ini istimewa serta menyatakan bahwa dalam melawan aliran kelam takfiri sudah menjadi keharusan bagi Lebanon menjalin kontak dan kerjasama erat dengan al-Azhar selaku institusi yang moderat.” Dalam pertemuan ini kedua pihak telah membicarakan mekanisme perluasan hubungan al-Azhar dengan umat Kristen dunia, terutama Lebanon, atau dengan Vatikan dan Bkerke (markas Kristen Maronit Lebanon).

Menurut al-Safir, Menlu Lebanon telah mengadakan “pertemuan kompleks” dengan seorang tokoh penting Lebanon dalam rangkan perang Lebanon-Mesir melawan terorisme dan optimalisasi hubungan diplomatik, keamanan dan militer. Sedemikian krusialnya pertemuan ini bagi Bassil, lanjut al-Safir, sehingga dia tak segan-segan meninggalkan KTM Liga Arab demi menjumpai petinggi Mesir tersebut. (mm/irna/alsafir)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*