Teheran, LiputanIslam.com –  Abdolnassr Hemmati, gubernur Bank Sentral Iran (CBI), menyuarakan perlawanan negara ini terhadap sanksi Amerika Serikat (AS) dengan memastikan bahwa perdagangan Iran akan tetap berlanjut, dan dalam rangka ini semua tindakan yang diperlukan telah ditempuh.

Dia menjelaskan bahwa Teheran bersentuhan langsung dengan para mitranya dalam mencari mekanisme untuk menjaga arus perdagangan tetap hidup dalam menghadapi sanksi AS.

“Kami telah melakukan pembicaraan dengan mitra dagang kami, dan semua tindakan yang diperlukan telah diambil sebagai interaksi Iran untuk melanjutkan,” kata Hemmati.

Dia menambahkan, “Kami sudah menduga adanya sanksi ini sehingga kami memiliki rencana untuk mereka dan seterusnya… mempertimbangkan kemungkinan bank-bank diputuskan dari SWIFT, kami telah mempertimbangkan alternatif untuk menggantikannya.”

Sebelumnya, Menteri Perekonomian Iran Farhad Dejpasand mengatakan bahwa Iran telah menyusun rencana serius untuk melewati apa yang disebutnya  titik krusial dari sanksi itu.

Dejpasand mengatakan rincian rencana itu tidak dapat ditentukan, tetapi menekankan bahwa menggunakan sumber daya domestik adalah tujuan utama.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin, Senin (5/11/2018), menyatakan bahwa salah satu sanksi terberat bagi Republik Islam adalah pembatasan perbankan dan larangan ekspor minyak Iran.

Pompeo mengaku pihaknya telah berhasil membujuk lebih dari 20 negara untuk menghentikan atau secara dramatis mengurangi impor minyak mereka dari Iran sehingga negara ini menderita kerugian penjualan sebanyak lebih dari 1 juta barel per hari. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*