البيشمركة تدخل سنجار وتصل الى النازحين في جبل سنجاBaghdad, LiputanIslam.com – Pasukan Kurdi Irak, Peshmerga, dilaporkan telah memasuki kota Sinjar dan kawasan Rabiah Senin (4/8) setelah dua kawasan itu sempat beberapa hari dikuasai sepenuhnya oleh kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

“Pasukan Peshmerga telah memasuki beberapa kawasan pusat kota Sinjar,” ujar narasumber Peshmerga kepada al-Sumaria News. Dia menambahkan bahwa sejumlah besar pasukan Peshmerga juga berhasil menguasai kawasan Rabiah di wilayah perbatasan Irak-Suriah.

Narasumber yang meminta tidak disebutkan namanya itu juga mengatakan bahwa banyak anggota ISIS yang tewas dan peralatan mereka jatuh ke tangan pasukan Peshmerga dalam pertempuran di dua kawasan tersebut.

Narasumber lain dari komunitas sekte Yazidi mengatakan bahwa satu paket bantuan air bersih dan bahan makanan sudah sampai kepada penduduk yang bertahan di Gunung Sinjar dalam keadaan terkepung oleh gerombolan bersenjata ISIS. “Bantuan itu dikirim dengan beberapa helikopter, namun warga yang terkepung masih menantikan paket-paket bantuan lainnya,” ujarnya.

Ahad lalu Utusan Khusus Sekjen PBB di Irak, Nickolay Mladenov, dalam keterangan persnya menyatakan sebanyak 200 ribu penduduk telah kabur dari Sinjar. Dia mengatakan, “Sedang terjadi tragedi kemanusiaan di kota Sinjar, Irak utara, setelah kota ini dikuasai oleh kawanan bersenjata ISIS. Berbagai laporan menyebutkan bahwa jumlah penduduk yang dipaksa menyingkir oleh ISIS mencapai 200 ribu ribu jiwa.”

Sementara itu, Juru Bicara Komando Umum Angkatan Bersenjata Irak Mayjen Qassim Atta menyatakan telah jatuh puluhan korban tewas dan luka di pihak ISIS akibat serangan pasukan udara Irak di kota Sinjar. Dia mengatakan bahwa para korban itu dilarikan ke Rumah Sakit Tal Afar. Sebelumnya, Atta mengumumkan bahwa pasukan udara Irak segera menggempur para teroris ISIS di kawasan Biaj dan Sinjar serta desa-desa di sekitarnya setelah mendapat istruksi dari Perdana Menteri Nouri al-Maliki.

Di kawasan lain, sebagaimana dilaporkan kantor berita Turki Anadolu berdasarkan keterangan sumber keamanan Irak, operasi gabungan pasukan Irak dan Peshmerga berhasil membebaskan distrik Kukjali, 5 kilometer timur kota Mosul, dari cengkraman ISIS. Selain itu, Peshmerga juga merebut Akademi Kepolisian Irak di utara Mosul tanpa ada perlawanan dari ISIS.

“Pasukan panser yang didukung tank serta pesawat tempur berhasil memasuki distrik Kukjali setelah terjadi kontak senjata ringan dan singkat,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Pasukan Peshmerga juga bergerak maju ke kawasan Shalalat (5 kilometer utara Mosul) dan berhasil menguasai bangunan Akademi Kepolisian Irak tanpa ada perlawanan sedikitpun dari elemen ISIS.”

Menurutnya, kemajuan di kawasan Kukjali dan Shalalat itu merupakan perkembangan signifikan dalam pertempuran Peshmerga melawan ISIS.

Sebelumnya, pemimpin wilayah otonomi Kurdistan Irak Masoud Barzani menyatakan bahwa pasukan Peshmerga sudah berubah dari kondisi defensif ke kondisi ofensif. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL