lavrovMoskow, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov menilai negara-negara Arab Timteng dan negara-negara Barat sudah mengabaikan syarat pelengseran Presiden Suriah Bashar al-Assad terkait dengan upaya penyelesaian kemelut di negara ini.

Dalam konferensi pers mengenai hasil misi diplomatik Rusia tahun 2015, Lavrov mengatakan bahwa penolakan kubu oposisi Suriah terhadap perundingan sama sekali tidak bisa diterima, dan berbagai pihak internasional dan regional juga sudah menyadari keharusan mengabaikan syarat pelengseran al-Assad demi memulai perundingan.

“Moskow sepenuhnya menyadari tanggungjawabnya di dunia, dan berbuat di pentas internasional dengan bertolak dari kesadaran ini,” ungkapnya dalam konferensi pers besar-besaran yang dihadiri oleh 250 wartawan mancanegara dan 200 wartawan domestik, sebagaimana dilaporkan RT dan dikutip al-Alam, Selasa (26/1).

Lebih lanjut dia menyinggung inisiatif Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membentuk front yang satu dalam perang melawan terorisme.

Menurutnya, mustahil terorisme dapat dimusnahkan hanya dengan sarana militer saja, dan karena itu sarana politik dan ekonomi juga harus diandalkan, termasuk dengan membendung radikalisme dan dana yang dialirkan kepada para teroris yang antara lain dilakukan melalui penyelundupan minyak ke Turki dari kawasan yang dikuasai teroris di Irak dan Suriah.

Dia menambahkan bahwa kegencaran Rusia dalam perang melawan terorisme telah menelorkan beberapa ketetapan penting di Dewan Keamanan PBB, termasuk ketetapan mengenai pembendungan aliran dana terorisme. Dia menegaskan bahwa Moskow bersikukuh pada keharusan penerapan keputusan ini dan penyerahan laporan secara detail dan transpran tentang ini kepada sekretariat PBB. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL