روسيا تبدأ بتوجيه ضربات نوعية لمواقع "داعش" بسورياMoskow, LiputanIslam.com – Ada beberapa faktor yang menyebabkan lemahnya operasi pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) sehingga tidak membuahkan hasil kontra-terorisme, dan karena itu mereka kecewa melihat Rusia berhasil menggulung banyak posisi teroris di Suriah. Demikian dikatakan Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergey Lavrov, dalam wawancara dengan NTV Rusia ketika ditanya mengapa Barat tidak memberikan respon positif terhadap gagasan Rusia membentuk koalisi anti teroris.

“Melihat efektivitas Rusia dalam pemboman target-target teroris di Suriah bisa jadi menimbulkan kekecewaan para mitra Barat, apalagi koalisi pimpinan AS selama satu tahun ini tidak memberikan hasil yang berarti… Pesawat terbang negara-negara koalisi pimpinan AS dalam satu tahun ini telah melakukan sekitar 60.000 kali penerbangan yang separuhnya adalah untuk penyerangan di Suriah, tapi tidak terlihat hasil-hasil signifikan dalam pembasmian teroris. Sebaliknya, kita melihat ISIS dan kelompok-kelompok teroris lain semisal Front al-Nusra yang merupakan cabang al-Qaeda justru dapat memperluas infiltrasi, membangun kekhalifahan terorisme, dan melembagakan kehidupan penduduk dengan undang-undangnya yang dipaksakan, ” papar Lavrov, sebagaimana dikutip IRNA, Rabu (14/10).

Dia menambahkan, “Negara-negara mitra kita berusaha menanamkan klaim bahwa ISIS terbentuk akibat berlarutnya krisis Suriah sehingga orang-orang Sunni dari seluruh penjuru dunia mengalir ke Suriah. Upaya demikian berbahaya. Sudah ada ada dialog dengan para mitra Barat, termasuk Menlu AS dan negara-negara Eropa, soal ini, dan kami sudah mengingatkan bahwa krisis Suriah jangan sampai diasumsikan sebagai pertikaian antarmazhab Islam. Kita semua memerengi terorisme, dan Presiden Rusia Vladimir Putin telah menekankan sikap tegas Moskow dalam masalah ini.”

Sementara itu, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov, menyatakan serangan terbaru Rusia telah menghancurkan 40 posisi kawanan teroris ISIS di beberapa provinsi Suriah. “Angkatan udara Rusia telah melancarkan 41 serangan terhadap 40 posisi ISIS di provinsi Aleppo, Latakia, Hama, dan Deir al-Zor,” ungkap Konashenkov, sebagaimana dilansir Sputnik.

Serangan itu dilakukan dengan mengerahkan jet pembom Su-24 dan antara lain menghantam instalasi yang digunakan ISIS untuk membuat bom mobil di dekat kota Aleppo. “ISIS bermaksud menggunakan bom-bom mobil ini untuk melancarkan serangan teror di seluruh penjuru Suriah, terutama posisi-posisi tentara Suriah,” tuturnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL