Situasi di Gaza

Situasi di Gaza

London, LiputanIslam.com –  Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terlihat lebih banyak menyudutkan pihak rezim Zionis Israel berkenaan dengan invasi militernya ke Jalur Gaza pada tahun 2014 serta membuka dugaan mengenai kemungkinan Israel telah melakukan kejahatan perang dalam peristiwa yang menewaskan dan melukai ribuan warga Palestina tersebut.

Koran Times terbitan London, Inggris, edisi Selasa (23/6) menyebutkan bahwa menurut laporan itu, dua pertiga dari 2251 total korban warga Palestina yang gugur akibat invasi Israel adalah warga sipil yang sekitar 500 orang di antaranya adalah anak kecil yang tak berdosa, sementara anak-anak kecil yang menjadi korban luka sampai sekarang masih mengalami trauma dan menderita tekanan jiwa.

Israel mendapat kecaman karena tak segan-segan menjatuhkan bom ke kawasan-kawasan padat penduduk sipil hingga sebanyak lebih dari 140 keluarga terbunuh akibat serangan udara Zionis yang menerjang bangunan-bangunan rumah dan apartemen.

Pada enam kasus serangan yang sudah diselidiki secara cermat, sama sekali tak jelas mengapa rumah-rumah penduduk dijadikan sasaran serangan udara Israel.

Mary McGowan Davis, Ketua Komisi Independen Penyelidikan Konflik Gaza 2014, dalam pidatonya di Jenewa, Swiss, menyebut Israel telah mencetak rekor dalam aksi penghancuran.

“Luasnya kehancuran dan penderitaan manusia di Gaza belum pernah terjadi sebelumnya dan akan berdampak bagi generasi mendatang,” ungkapnya.

Laporan komisi itu juga mengungkapkan bahwa beberapa roket yang ditembakkan ke kawasan-kawasan padat penduduk bisa menjadi petunjuk bagi kemungkinan Israel telah melakukan kejahatan perang.

Disebutkan bahwa pasukan Israel telah melancarkan lebih dari 6.000 serangan udara dan menembakkan sekitar 50.000 mortir tank dan artileri ke berbagai sasaran. Kuatnya ledakan senjata yang digunakan oleh Israel mengakibatkan gugurnya ribuan warga sipil Palestina yang sepertiga di antaranya adalah anak kecil, serta menimbulkan kerusakan besar pada  infrastruktur sipil sehingga diperkirakan terdapat sekitar 100.000 warga kehilangan tempat tinggal.

Dalam catatan PBB, sebagian besar kehancuran dapat disalahkan pada penggunaan senjata Israel dengan keluasan radius jarak daya bunuh dan luka, terutama di kawasan padat penduduk Gaza.

Di sisi lain, komisi itu juga melaporkan bahwa pejuang Palestina telah menembakkan sekitar 4.881 roket, dan 1.753 mortir terhadap Israel pada bulan Juli dan Agustus tahun lalu, hingga menewaskan enam warga sipil dan melukai sedikitnya 1.600 orang.

Invasi Israel pada musim panas tahun lalu itu juga telah menimbulkan maraknya aksi kekerasan dan bentrok yang mematikan di Tepi Barat hingga menjatuhkan banyak korban tewas dan luka di kedua belah pihak.

Laporan komisi tersebut telah membangkitkan kecaman luas dari para pejabat Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa tentara Israel sangat berhati-hati dan telah bertindak sesuai standar maksimal internasional.

Di pihak lain, faksi Palestina Hamas maupun PLO menyambut baik laporan tersebut karena mengandung kecaman terhadap Israel serta kemungkinan Israel telah melakukan kejahatan perang di Gaza. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL