Karachi, LiputanIslam.com – Satu tindakan langka terjadi, Presiden Pakistan Arif Alvi secara terbuka mengecam intervensi militer Amerika Serikat (AS) di  pelbagai negara semisal Suriah, Irak, dan Afghanistan.

Mengomentari keputusan Presiden AS Donald Trump menarik pasukan AS dari Suriah, Arif Alvi mengecam kehancuran yang disebabkan oleh kehadiran militer AS di negara-negara itu.

“Negara-negara yang menjadi ajang ujicoba kebijakan semacam itu telah sangat menderita. Setelah pengakuan ini, langkah selanjutnya jelas bisa merupakan ganti rugi kemanusiaan atas kerusakan dan penderitaan yang disebabkan oleh perang ini,” cuit Alvi.

Menanggapi cuitan Trump, Alvi mengutip pernyatan Rand Paul, seorang senator Partai Republik, yang mewaspadai  intervensi militer AS dengan menyebutkan, “Seharusnya bukan pekerjaan AS mengganti rezim di seluruh dunia. Ini adalah apa yang diakui Presiden Trump di Irak, bahwa itu adalah bencana kebijakan luar negeri terbesar dalam beberapa dekade terakhir, dan dia benar… Para jenderal masih belum menyadari kesalahan. ”

Setelah keputusan penarikan yang diumumkan pekan lalu itu Trump memuji keberadaan pasukan Turki di Suriah atas instruksi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

“Presiden @RT_Erdogan dari Turki telah dengan sangat kuat memberi tahu saya bahwa dia akan memberantas apa pun yang tersisa dari ISIS [Daesh] di Suriah …. dan dia adalah orang yang dapat melakukannya plus, Turki berada tepat di sebelah. Tentara kami akan pulang! ” cuit Trump.

Gedung Putih juga dilaporkan memerintahkan pemulangan separuh pasukannya dari Afghanistan, yang bertetangga dengan Pakistan.

Hubungan antara Pakistan dan AS dalam aliansi “perang melawan teror” telah merosot dalam beberapa tahun terakhir, terutama di Afghanistan.

Namun, beberapa perkembangan baru-baru ini, terutama bantuan Islamabad dalam membawa Taliban kepada perundingan tentang Afghanistan, telah sedikit meredakan ketegangan diplomatik antara kedua negara. (mm/raialyoum/anadolu)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*