Israel-Palestine1Baitul Maqdis, LiputanIslam.com – Kasus penikaman terhadap orang Israel oleh warga Palestina terjadi lagi. Sebagaimana dikutip situs Falastin al-An, berbagai media Israel Ahad sore kemarin (16/11) melaporkan bahwa satu pemuda Palestina telah menusuk warga Israel dengan obeng di sebuah lokasi dekat Dinding Ratapan, Baitul Maqdis (Jerussalem).

“Seorang warga Arab telah menusuk warga Israel berusia 38 tahun di Kota Lama Jerussalem dengan obeng sehingga korban menderita luka sedang,” kata juru bicara polisi Israel.

Disebutkan bahwa setelah melakukan penusukan, pemuda Palestina itu segera kabur ke kawasan Bab al-Amud, sementara aparat Israel segera memblokir beberapa kawasan untuk menangkap pelaku.

Kasus baru penusukan ini mendapat sambutan gembira dari Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas.

“Aksi penusukan terjadi adalah reaksi yang wajar terhadap kejahatan rezim pendudukan di Baitul Maqdis dan al-Aqsa,” kata Juru Bicara Hamas Sami Abu Zuhri.

Laporan lain menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman menyatakan pihaknya menolak penghentian proyek pembangunan permukiman Zionis di Baitul Maqdis Timur.

Sebagaimana dilaporkan The Times of Israel, penolakan ini dia kemukakan kepada sejawatnya dari Jerman Frank-Walter Steinmeier, Ahad kemarin.

“Kami tidak akan pernah menerima pembangunan di lingkungan Yahudi di Jerussalem Timur sebagai kegiatan permukiman,” katanya.
Dia menambahkan, “Kami tidak akan menerima pembatasan terhadap pembangunan perkampungan Yahudi di Jerussalem.”

Pekan lalu Israel mengeluarkan instruksi perampasan 12,852 dunam (1 dunam setara dengan 1000 meter persegi) tanah desa Palestina Beit Aksa yang telah dipisah dengan dinding pemisah di bagian barat laut Baitul Maqdis. Eksekusi keputusan itu akan dilakukan paling lambat akhir tahun ini.

Mereka merampas tanah itu untuk tujuan militer dan dengan alasan demi memenuhi kebutuhan keamanan di desa yang berbatasan dengan “Garis Hijau”.

Selain itu, Israel belakangan ini juga mengesahkan proyek pembangunan lebih dari 4,000 unit permukiman Zionis di Baitul Maqdis. Padahal sebelum itupun programnya untuk pembangunan 500 unit permukiman baru di kawasan yang dinamai “Bukit Sulaiman” di Baitul Maqdis Timur ditentang oleh banyak negara, termasuk Inggris, Perancis, Jerman dan Portugal yang merupakan negara Eropa anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL