iraq us jet fighter strikeBaghdad, LiputanIslam.com – Serangan udara pasukan koalisi anti kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kembali menjatukan korban tewas dari kalangan warga sipil di Irak. Tak tanggung-tanggung, kali ini jumlah warga yang tewas mencapai 18 orang.

Sebagaimana dilaporkan al-Quds al-Arabi, seorang pejabat rumah sakit di kota Hit di barat kota Ramadi, provinsi Anbar, Irak, mengatakan pihaknya Senin (6/10) telah menerima 18 jenazah warga sipil yang meninggal dunia akibat serangan udara pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat tersebut.

“Para korban serangan pasukan koalisi internasional itu antara lain delapan anak kecil dan satu perempuan,” ujar pejabat yang disebutkan namanya itu.

Pihak keluarga korban mengatakan, “Para korban terbunuh akibat salah sasaran dalam serangan udara pasukan koalisi sehingga menimpa rumah-rumah mereka di pusat kota Hit.”

Sejauh ini belum ada komentar dari pemerintah Irak maupun para pejabat dari pihak pasukan koalisi internasional anti ISIS.

Laporan lain dari Alqurtasnews menyebutkan bahwa delapan anggota ISIS ditangkap oleh aparat kepolisian provinsi Kirkuk.

Mengutip pernyataan kepala kepolisian provinsi Kirkuk, Brigjen Sarhad Qadir, delapan anggota yang satu diantaranya berstatus komandan itu tertangkap dalam sebuah operasi di kawasan Lailan di bagian timur provinsi ini . Dalam peristiwa itu aparat juga telah menyita perlengkapan kawanan teroris tersebut.

Seperti diketahui, ISIS telah menyerbu dan melancarkan serangan besar-besaran ke bagian utara dan barat Irak pada tanggal 9 Juni lalu hingga beberapa kawasan jatuh ke tangan mereka. Belakangan, pasukan Irak dan relawan negara ini mencapai banyak kemajuan dalam upaya menumpas ISIS dan banyak kawasan berhasil dibebaskan dari tangan ISIS. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL