23 armed militants surrender to Syrian authoritiesDamaskus, LiputanIslam.com – Seiring dengan berlanjutnya operasi penumpasan pemberontak dan ekstrimis oleh tentara Suriah di berbagai kawasan, sebanyak 115 gerilyawan dilaporkan telah meletakkan senjata dan menyerahkan diri kepada pasukan pemerintah, Rabu (23/4/2014).

Sebuah sumber dari provinsi Quneitra menyatakan, para gerilyawan yang menyerah itu berada di beberapa desa dan kota kecil, yaitu Khashab, Tranjeh, Mashara, Khan Arnabeh, al-Baath and Nab’ia al-Sakher. Sumber ini menambahkan bahwa mereka kemudian dibebaskan setelah berjanji untuk tidak melakukan tindakan apapun yang dapat mengangganggu stabilitas dan keamanan.

Bersamaan dengan ini, ratusan militan di kawasan sekitar Damaskus dilaporkan sedang mempersiapkan diri untuk menyerah kepada tentara Suriah. Beberapa sumber media Damaskus menyebutkan bahwa kelompok yang menamakan dirinya Dewan Militer Regu-Regu Bersenjata akan segera menyerahkan persenjataan berat mereka kepada tentara Suriah di kota kecil al-Zobdani di dekat Damaskus.

Sementara itu, tentara Suriah masih terus melanjutkan operasi penumpasan gerilyawan pemberontak dan radikalis yang masih belum mau menyerah di beberapa wilayah. Di provinsi Idlib, sejumlah besar militan tewas dan sebagian lain cidera akibat gempuran tentara Suriah di dekat Sarmin. Pihak militer Suriah menyatakan bahwa sebagian militan adalah warga negara asing.

Di Aleppo, tentara Suriah juga berhasil menimpakan lagi kerugian jiwa dan materi dalam jumlah besar terhadap militan. Sebuah iring-iringan mobil militan luluh lantak dihantam serangan pasukan Suriah di jalan Daret Ezza Orum. Selain itu, tiga truk tangki yang digunakan oleh militan juga hancur di bagian barat kota al-Bab dekat Aleppo. Serangan ini tak urung juga menjatuhkan beberapa korban tewas dan cidera di pihak militan.

Di provinsi Homs, badai operasi militer tentara Suriah juga menewaskan banyak militan, beberapa di antaranya pemimpin gerilyawan di kota Homs, al-Qosour dan al-Qarabis.

Pemandangan serupa juga terjadi provinsi Daraa. Tentara Suriah menggempur beberapa tempat konsentrasi gerilyawan di desa-desa Samlin, al-Jbeileh dan al-Noaimeh.

Sebuah sumber menyebutkan tentara Suriah juga terus merebut beberapa kawasan baru dari tangan militan di kawasan timur dan utara negara ini. Sumber itu menyatakan bahwa hal ini membuat situasi semakin kondusif bagi penyelenggaraan pemilu presiden yang dijadwalkan berlangsung 3 Juni 2014.

Di bagian lain, anggota parlemen Suriah Ahmad Haj Ali kepada FNA mengatakan, “Aparat intelijen Arab Saudi tidak pernah menduga akan terjadi peristiwa demikian di Suriah, terutama kemenangan pasukan Suriah di berbagai wilayah negara ini.”

Dia menambahkan bahwa perkembangan perang yang terjadi di Suriah telah menimbulkan dampak negatif bagi Arab Saudi, termasuk pencopotan Bandar bin Sultan dari jabatan kepala intelijen dan pengangkatan wakil putera mahkota. (mm/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*