FallujahBaghdad, LiputanIslam.com – Komando Operasi Anbar Senin (16/6/2014) menyatakan tak kurang dari 200 militan Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS) tewas digempur pasukan Irak ketika milisi ekstrimis tersebut sedang menggelar parade di wilayah utara Fallujah. Sedangkan di provinsi Salah al-Din, tentara Irak bersama pasukan adat berhasil membunuh sekitar 80 militan, dan di utara Baghdad tentara juga berhasil menghabisi 10 kawanan bersenjata.

Komandan Operasi Anbar Letjend Rashid Falih mengatakan, “Pasukan artileri yang didukung angkatan udara telah melancarkan serangan masif terhadap sarang teroris ISIS ketika mereka sedang menggelar parade di kawasan Saqlawiyah (10 km utara kota Fallujah), mengakibatkan tak kurang dari 200 anggota organisasi teroris tersebut tewas.”

Dia menambahkan bahwa pasukan Irak akan terus menggempur ISIS sampai mereka enyah dari provinsi Fallujah.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Salah al-Din dalam sebuah statemennya menyatakan bahwa operasi militer dan aparat keamanan Irak bersama pasukan adat berhasil merebut kawasan al-Ishaqi, Daluiyyah dan beberapa desa serta membunuh gerilyawan bersenjata sebanyak lebih dari 80 orang yang beberapa di antaranya adalah para mantan petinggi partai dan rezim Baath terguling.

Sebuah sumber lain dari kepolisian provinsi Salah al-Din menyatakan bahwa Ezzat Ibrahim al-Douri, mantan wakil diktator terguling Saddam Hossein, menderita luka-luka akibat serangan tentara dan aparat keamanan Irak di wilayah utara provinsi tersebut. Al-Douri adalah buronan mahkamah Irak.

Pejabat kepolisian provinsi Salah al-Din yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku pihaknya memiliki informasi akurat dan terpercaya bahwa al-Douri menderita luka parah akibat pemboman pasukan Irak di kawasan Baiji yang terletak di utara kota Tikrit.

Di Baghdad, Brigjen Saad Maan selaku Komandan Operasi Baghdad mengumumkan bahwa 10 orang kawanan bersenjata tewas dalam sebuah operasi keamanan yang dilancarkan Brigade 25 di kawasan Latifiah, selatan Baghdad.

Seperti diketahui, situasi keamanan di Irak memanas menyusul serbuan militan ISISI terhadap Mosul, provinsi Ninawa, 10 Juni lalu. Kota ini bersama seluruh wilayah provinsi itu sempat jatuh sepenuhnya selama beberapa hari ke tangan gerilyawan yang terafiliasi dengan jaringan teroris internasional al-Qaeda tersebut.

Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki mengumumkan status siaga penuh, ratusan ribu penduduk mengungsi, para ulama dari semua mazhab menyerukan fatwa jihad melawan ISIS, dan tentara Irak bersama ribuan relawanpun bangkit untuk menumpas ISIS. Hingga kini tentara Irak dan ribuan relawan terus bertempur untuk membebaskan beberapa kawasan yang masih dikuasai ISIS di bagian utara Irak. (mm/alsumaria/alalam/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL