Roma, LiputanIslam.com –  Koran Italia La Stampa menyinggung krisis Qatar dan menilai harapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk membentuk aliansi militer anti-Iran di tengah negara-negara Arab kandas.

Koran ini menilai krisis hubungan Qatar dengan Arab Saudi dan lain-lain sebagai pertanda adanya keretakan parah di dunia Arab, sementara Trump dalam kunjungannya ke Saudi berharap dapat mengandalkan pengaruh Saudi untuk membuat aliansi anti-Iran, tapi  gagal, dan persatuan seperti yang diharapkan Trump itu tidak terwujud di dunia Arab.

La Stampa menyebutkan bahwa menyusul kunjungan Trump ke Riyadh dan dukungan Washington kepada Riyadh, Saudi yang selama ini kesal terhadap independensi Qatar dalam berbagai isu Timteng, terutama terkait dengan Iran kini memilih bersikap frontal, namun Qatar bisa menjadi contoh pertama negara Arab Sunni yang enggan mengekor kepada Saudi.

“Hubungan baik Qatar dengan Iran bertolak dari pragmatisme, misalnya ialah untuk mendekatkan sedemikian rupa cadangan gas Qatar dengan cadangan gas Iran sehingga helikopter-helikopter Qatar dapat melintas di zona udara Iran untuk mendarat di landasan apungnya.  Saudi dan sejumlah negara Arab Teluk lainnya sama sekali tidak mengetahui formasi dan konten hubungan antara Doha dan Teheran,” tulis La Stampa.

Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, Mesir, Yaman (pemerintah Abd Rabbuh Mansour Hadi), pemerintahan sementara Libya, Maladewa, dan Mauritania telah memutus hubungan diplomatik dengan Qatar bersamaan dengan merebaknya tuduhan bahwa Qatar menyokong kelompok-kelompok teroris dan radikal serta menjalankan kebijakan agresif dan intervensif di negara-negara Arab. Pemutusan hubungan ini disusul dengan blokade darat, laut dan udara terhadap Qatar. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL