bendera kuwaitBeirut, LiputanIslam.com – Pemerintah Kuwait menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah perundingan damai Yaman, menyusul kunjungan presiden Yaman tersingkir Abd Rabbuh Mansour Hadi ke Kuwait, Senin lalu (14/3).

“Kami sudah menyatakan kesiapan kami demi memulihkan stabilitas Yaman kepada PBB dan semua pihak terkait,” ungkap Wakil Menteri Luar Negeri Kuwait Khaled al-Jarallah, sebagaimana dilansir Shabwaah Press dan dikutip IRNA, Rabu (16/3).

Sementara itu, Utusan PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed dalam pertemuannya dengan Emir Kuwait Syeikh Sabah al-Ahmad al-Sabah dan Menteri Luar Negeri Kuwait Syeikh Sabah al-Khalid al-Sabah telah membicarakan situasi Yaman dan persiapan untuk kehadiran semua pihak Yaman dalam perundingan damai.

Dia memperkirakan bahwa perundingan ini akan diselenggarakan akhir bulan Maret di Kuwait atau di Yordania.

Seperti diketahui, aliansi sembilan negara Arab pimpinan Arab Saudi telah melancarkan serangan ke Yaman dengan persetujuan Amerika Serikat sejak 26 Maret 2015 sampai sekarang. Aliansi itu terutama melibatkan negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC), kecuali Oman.

Serangan ini dilancarkan dengan target menumpas milisi Ansarullah yang telah menggerakkan revormasi yang berujung tersingkirnya Mansour Hadi yang bersekutu dengan Saudi.

Meski sudah berlangsung satu tahun, serangan itu tak jua mengubah perimbangan kekuatan di Yaman dan Ansarullah yang didukung tentara Yaman tetap eksis dan solid.

Serangan itu hanya menimbulkan kehancuran yang mengerikan di Yaman, membunuh ribuan orang, termasuk anak kecil dan kaum perempuan, dan menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi.

Disebutkan bahwa tak kurang dari 80% bangunan infrastruktur dan fasilitas publik Yaman luluh lantak akibat serangan tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL