kuwait_emir al-sabahKuwaitcity, LiputanIslam.com – Pemerintah Kuwait menyatakan optimismenya bahwa kunjungan emir negara ini, Syeikh Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah, ke Iran akan sangat menunjang perdamaian dan stabilitas regional.

Dalam statemennya yang dirilis Senin (26/5), kabinet Kuwait menyatakan kunjungan Syeikh al-Sabah ke Iran tidak hanya akan mempererat hubungan bilateral kedua negara, tetapi juga memperkuat “keamanan, stabilitas dan perdamaian di kawasan”.

Rencananya, Syeikh al-Sabah akan memimpin delegasi tingkat tinggi ke Iran yang melibatkan menteri luar negeri, menteri perminyakan, menteri keuangan serta menteri perdagangan dan industri Kuwait.

Menurut statemen tersebut, Syekh al-Sabah akan melawat Republik Islam Iran selama dua hari dan akan dimulai dari tanggal 1 Juni 2014. Lawatan ini adalah dalam rangka memenuhi undangan Presiden Iran Hassan Rouhani.

Disebutkan pula bahwa dalam lawatan kenegaraan itu al-Sabah akan berdiskusi dengan para petinggi Iran mengenai berbagai perkembangan mutakhir dan penggalangan kerjasama kedua negara.

Wakil Menteri Luar Negeri Kuwait, Khaled al-Jarallah, 11 Februari lalu mengatakan negaranya sangat berhasrat memperluas hubungan “baik” dan “bersejarah” dengan Iran. Dia juga menyebut Republik Islam Iran sebagai negara yang “ramah” dan “penting” serta mengemban “tanggungjawab besar” di Timur Tengah.

“Kuwait bertukar pikiran dan bekerjasama dengan Iran dalam segala bidang, terutama untuk memperkuat keamanan dan stabilitas regional,” ungkap al-Jarallah.

Rencana kunjungan emir Kuwait ke Iran mengundang perhatian banyak kalangan karena selama ini Kuwait dikenal sebagai salah satu negara sekutu terdekat Amerika Serikat. Hal ini seolah merupakan respon terhadap seruan yang berulang kali dikemukakan pemerintah Teheran bahwa keamanan regional sangat bergantung pada penarikan mundur pasukan asing dari kawasan Teluk Persia. (mm/presstv/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL