KuwaitCity, LiputanIslam.com –  Arab Saudi dan Kuwait dilaporkan terlibat perselisihan tajam mengenai pendanaan operasi militer “koalisi Arab – Barat” pimpinan Saudi di Yaman.

Seperti dikutip IRNA, Senin (27/2/2017), berdasarkan keterangan sejumlah politisi, Lahjnews melaporkan bahwa Saudi menagih dana sebesar 10 milyar dolar Amerika Serikat  kepada Kuwait sebagai bentuk partisipasi finansial Kuwait dalam pendanaan perang Yaman.

Saudi menyatakan Kuwait harus menyerahkan dana itu, tapi Kuwait menolak keras desakan ini hingga menyebabkan kemarahan Menhan Saudi Mohammad bin Salman. Salman lantas mengontak para petinggi Kuwait, tapi mereka malah menyatakan Kuwait tidak sejalan dengan kebijakan perang dan karena itu Kuwait tidak bersedia berpartisipasi dalam pendanaan perang ini.

IRNA menyebutkan bahwa meskipun sudah banyak menghambur dana dan belanja senjata, Saudi dan sekutu terdekatnya di Teluk Persia sampai sekarang belum dapat mengalahkan pasukan Yaman yang notabene negara Arab termiskin.

IRNA memperkirakan bahwa Kuwait sebagai salah satu negara penting dan berpengaruh di kawasan Teluk Persia telah merevisi kebijakannya terkait dengan perang Yaman di saat rezim Riyadh semakin gamang menyaksikan solidnya resistensi para pejuang Yaman.

Sementara itu, TV al-Masirah milik para pejuang Ansarullah Yaman melaporkan sedikitnya lima tentara Saudi tewas diserang mortir para pejuang Yaman di sahara Midi, provinsi Najran, Arab Saudi, Senin.

TV milik Ansarullah ini menambahkan bahwa Kamis pekan lalu beberapa tentara Saudi juga tewas terkena serangan serupa di kawasan yang sama. (mm/irna/almasirah)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL