KuwaiCity, LiputanIslam.com –  Pemerintah Kuwait mengaku telah menyampaikan pesan Iran kepada Arab Saudi dan Bahrain tentang situasi di Teluk Persia, dan belum ada jawaban.

“Kuwait telah menyampaikan pesan-pesan ini kepada negara-negara saudaranya ini…  dan sampai sekarang belum mengkristal jawaban apapun terkait masalah ini,” ungkap Wakil Menteri Luar Negeri Kuwait Khaled al-Jarallah, Selasa (5/11/2019), seperti dikutip kantor berita Kuwait, KUNA.

Dia juga menyebutkan bahwa Kuwait telah memberi tahu Dewan Kerjasama Teluk (GCC) dan Sekretariat GCC tentang pencalonan Menteri Keuangan Nayef Al-Hajraf untuk jabatan Sekretaris Jenderal GCC.

“Kami berharap KTT Teluk berikutnya akan mengambil keputusan untuk menyetujui penunjukan Dr. Nayef Al-Hajraf sebagai sekretaris jenderal dewan ini,” imbuhnya.

Baca: Dialog Iran-Saudi Membuat Israel Cemas

Kementerian Luar Negeri Iran Sabtu lalu mengumumkan bahwa teks lengkap proposal inisiatif perdamaian Selat Hormuz yang diluncurkan oleh Presiden Hassan Rouhani akan dikirim kepada para pemimpin GCC dan Irak.

“Inisiatif Perdamaian Hormuz” telah diajukan oleh Presiden Iran Hassan Rouhani dalam sidang Majelis Umum PBB di New York, AS, beberapa waktu lalu.

Saat itu Rouhani menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan “mempromosikan perdamaian, kemajuan dan kemakmuran bagi semua orang yang memanfaatkan Selat Hormuz, membangun hubungan persahabatan, dan melakukan tindakan kolektif untuk mengamankan pasokan energi dan kebebasan pelayaran.”

Baca: PM Israel Bersumbar Tak akan Biarkan Iran Kembangkan Senjata Nuklir

Situasi di kawasan Teluk Persia belakangan ini tegang setelah AS dan sekutunya, terutama Arab Saudi, menuduh Iran menyerang kapal dan fasilitas minyak Teluk serta mengancam keamananan pelayaran.  Iran yang menepis keras tudingan itu lantas menawarkan penandatangan perjanjian non-agresi dengan negara-negara Teluk.

Iran telah berulang kali memperingatkan bahwa pembentukan aliansi militer yang diklaim untuk menjamin keamanan Selat Hormuz justru akan “membuat kawasan itu tidak aman”. Teheran menekankan bahwa penyelesaian ketegangan memerlukan dialog, bukan aliansi militer. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*