kuwait-al-nusraTeheran, LiputanIslam.com – Pertanyaan mengenai dari negara manakah berbagai kelompok radikal bersenjata di Suriah, terutama Front al-Nusra, mendapatkan sebagian besar dana akhirnya terjawab. Berbagai laporan menyebutkan bahwa dana terbesar yang mengalir untuk organisasi militan al-Nusra yang merupakan cabang jaringan teroris al-Qaeda di Suriah ternyata berasal para penganut Salafi/Wahabi Kuwait, dan dana itu digalang terutama melalui jejaring sosial dengan kedok lembaga bantuan sosial.

Jaringan berita al-Alam melaporkan, berbagai lembaga bantuan sosial di Kuwait diketahui gencar menggalang dana untuk kelompok-kelompok bersenjata yang aktif di Suriah, khususnya Front al-Nusra, dan ini lantas membuat pemerintah Kuwait menunjukkan sikap tegas untuk mencegah penyalahgunaan dana tersebut.

Mengutip laporan Middle East Online, al-Alam menyebutkan bahwa beberapa sumber yang bekerja di bidang lembaga sosial Kuwait mengatakan, “Gerakan penggalangan dana ini dilakukan oleh para tokoh Salafi di Kuwait, dan tujuan mereka ialah menghimpun dana untuk dikirim ke Suriah.”

Disebutkan pula bahwa penggalangan dan pengiriman dana untuk para ekstrimis bersenjata di Suriah tersebut merupakan tindakan yang dilakukan secara independen tanpa ada sangkut pautnya dengan pemerintah Kuwait, dan ini sudah lama dilakukan melalui berbagai jejaring sosial.

Dua pekan lalu sebagian pejabat Amerika Serikat (AS) juga menyatakan lembaga-lembaga bantuan sosial dan orang-orang kaya di Kuwait adalah donator terbesar bagi Front al-Nusra di Suriah.

Hal senada juga dilaporkan oleh harian Washington Post seraya mengutip keterangan dari sumber-sumber Departemen Keuangan AS. “Ratusan juta USD telah digelontorkan kepada Front al-Nusra dari perorangan maupun dari lembaga-lembaga bantuan sosial di Kuwait,” tulis harian tersebut.

Media AS ini menambahkan bahwa Deputi Menteri Keuangan AS urusan Penumpasan Terorisme dalam sebuah statemennya telah menyebut Kuwait sebagai markas penggalangan dana untuk kelompok-kelompok oposisi Suriah.

Disebutkan bahwa pula bahwa Menteri Luar Negeri AS John Kerry dalam kunjungan ke Kuwait dan pertemuan-pertemuan rahasianya dengan para pejabat negara ini juga telah mengajukan pertanyaan mengenai orang-orang dan lembaga-lembaga bantuan sosial Kuwait yang gigih menyuplai dana kepada Front al-Nusra dan berbagai kelompok radikal lain di Suriah. Pihak pemerintah Kuwait lantas menyatakan bahwa persoalan ini harus diteliti untuk kemudian diambil langkah-langkah tertentu.

Tersulapnya Kuwait menjadi lumbung dana bagi kaum ekstrimis di Suriah bahkan telah menjatuhkan “korban” di tengah para menteri dalam kabinet Kuwait. Sebagaimana pernah dilaporkan sebelumnya, Menteri Keadilan dan Urusan Keislaman Kuwait Nayef al-Ajmi mengundurkan diri setelah beberapa waktu lalu namanya disebut-sebut oleh David Cohen sebagai tokoh penyeru Perang Suriah dan penggalangan dana untuk pemberontak Suriah.

Tidak seperti beberapa negara Teluk Persia sekutu AS lainnya, Kuwait selama ini memang menentang suplai senjata kepada militan yang berperang untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Namun demikian, pemerintah Kuwait dinilai masih longgar terhadap aktivitas penggalangan dana yang dilakukan dari rumah ke rumah, masjid-masjid dan media sosial. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL