Dubai, LiputanIslam.com –  Kuwait membantah kabar bahwa pihaknya telah menetapkan tenggat waktu kepada Dubes Iran agar meninggalkan Kuwait. Demikian dilaporkan laman saluran TV Al-Arabiya yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab, dan dikutip oleh laman berita FNA milik Iran dini hari Jumat (21/7/2017).

Laman Al-Arabiya Kamis malam melaporkan bahwa Kuwait membantah telah mengusir Duta Besar Iran untuk Kuwait, Ali Reza Enayati, namun mengakui telah menempuh langkah-langkah diplomatik lain terhadap Iran.

Al-Arabiya juga menyebutkan bahwa sebelumnya media Iran telah memberitakan tindakan pemerintah Kuwait memberi tenggat waktu 45 hari agar meninggalkan Kuwait.

Menurut Al-Arabiya, pemerintah Kuwait pada hari Kamis menyatakan telah menutup beberapa atase di Kedubes Iran dan memangkas jumlah diplomat yang bekerja di sana.

TV ini mengutip laporan kantor berita resmi Kuwait, KUNA, bahwa seorang pejabat di Kemlu Kuwait telah memberikan keterangan bahwa setelah pengadilan kasasi Kuwait mengeluarkan vonis nomor 901 tahun 2016 terkait dengan kasus “Sel Al-Abdali”, Kemlu ini menempuh beberapa tindakan sebagai reaksi atas “keterlibatan pihak-pihak Iran dalam bantuan kepada para personil sel”, dan telah disampaikan kepada Dubes Iran keputusan pemerintah Kuwait memangkas jumlah diplomat di Kedubes Iran, menutup beberapa atase yang ada di dalamnya, dan membekukan semua kegiatan komisi-komisi bersama kedua negara.

Sumber ini juga menyebutkan bahwa negara-negara Arab menyatakan prihatin atas perkembangan negatif yang terjadi dalam hubungan Iran-Kuwait akibat kasus tersebut.

Pada 18 Juni lalu pengadilan kasasi Kuwait menjatuhkan vonis hukuman penjara seumur hidup terhadap “pelaku otak” dalam kasus “sel al-Abdali” dengan tuduhan melakukan kegiatan mata-mata untuk kepentingan Iran dan Hizbullah, serta memvonis hukuman penjara 5 hingga 15 terhadap 20 terpidana lainnya.

(Baca: Heboh, Kuwait Tiba-Tiba Mengsir Dubes Iran)

Beberapa sumber lain yang juga meminta dirahasiakan identitasnya karena tak berwenang memberikan keterangan kepada media mengatakan bahwa Kuwait telah memberi tempo 45 hari agar meninggalkan Kuwait kepada para diplomat Iran. (mm/alarabiya/fna/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL