menlu-kuwait-sabah-khalid-al-hamad-al-sabahKuwait City, LiputanIslam.com   Menteri Luar Negeri merangkap Wakil Pertama Perdana Menteri Kuwait Sabah Khalid al-Hamad al-Sabah menepis laporan surat kabar Israel Arutz Sheva mengenai adanya kerjasama intelijen antara Kuwait dan Rezim Zionis Israel.

“Berita ini tidak benar. Hal ini tidak pernah terjadi, dan tidak akan pernah terjadi,” tegasnya, seperti dilansir koran Kuwait al-Rai, Senin (26/9/2016).

Dia mengutip pernyataan mantan emir Kuwait Sheik Jabir al-Ahmad bahwa Kuwait akan menjadi negara Arab yang paling terakhir menormalisasi hubungan dengan Israel.

“Sampai sekarang Kuwait masih konsisten dan tetap akan konsisten pada pendirian ini,” imbuhnya.

Dia menjelaskan bahwa sikap Kuwait terhadap konflik Arab-Israel sejalan sepenuhnya dengan pendirian bangsa-bangsa Arab secara keseluruhan, dan menghendaki adanya tekanan Dewan Keamanan PBB terhadap Israel agar Tel Aviv mematuhi resolusi-resolusi PBB demi terindahkannya hak-hak politik bangsa Palestina dan berdirinya negara merdeka Palestina dengan ibu kota Baitul Maqdis (Yerussalem) sesuai perbatasan 1967. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL