KuwaitCity, LiputanIslam.com –  Wakil Menlu Kuwait Khalid al-Jarallah menyatakan semua negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) berusaha memperkuat dan mengembangkan hubungan di antara mereka. Hal ini dia nyatakan menyusul menggelindingnya bola panas terkait pernyataan kontroversial yang dikaitkan kepada Emir Qatar Syeikh Tamim bin Hamad al-Thani.

Al-Jarallah, Kamis (25/5/2017), mengaku pihaknya terus mencermati “perkembangan memprihatinkan” terkait pernyataan yang dinisbatkan kepada Emi Qatar, dan Kuwait akan terus berupaya tanpa henti untuk meredakan ketegangan antarnegara anggota.

“Kami yakin sepenuhnya bahwa pengalaman negara-negara GCC sanggup mengatasi masalah-masalah seperti ini dan lain-lain…Keyakinan dan kebijaksanaan para pemimpin kami memungkinkan kami mengantisipasi dampak-dampak negatif perkembangan ini, dan komunikasi antarnegara GCC ada dan tak berhenti sebelum maupun setelah perkembangan ini, ” katanya.

Mengenai kabar penarikan para duta besar Qatar dari Saudi, Mesir, Kuwait, Bahrain dan Uni Emirat Arab, dia mengatakan, “Kami tidak mendengar penarikan para duta besar ini kecuali di surat kabar.”

Kantor berita Qatar, QNA, Selasa malam lalu (23/5/2017)melansir berita bahwa Emir Qatar melontarkan berbagai pernyataan kontroversial, menyudutkan Arab Saudi, dan tak sejalan dengan Deklarasi Riyadh, termasuk bahwa Qatar dapat menjalin hubungan kuat dengan AS sekaligus Iran, dan bahwa Hamas dan Hizbullah bukanlah kelompok teroris, melainkan representasi yang sah bagi bangsa Palestina, dan bahwa Arab Saudi telah menghamburkan kekayaan negara demi senjata, bukan demi pembangunan.

Rabu dini hari waktu setempat (24/5/2017), QNA membantah kebenaran laporan mengenai pernyataan Emir Qatar tersebut, dan mengaku situsnya diretas “oleh pihak yang tidak diketahui sampai sekarang.”

Sementara itu, kantor berita Iran, IRNA, Kamis, mengutip laporan situs pemberitaan al-Youm7 yang berbasis di Mesir bahwa sumber-sumber yang dekat dengan forum-forum politik di Doha, ibu kota Qatar, menyatakan Emir Qatar menolak mediasi siapapun, termasuk negara besar, yang bertujuan mendesak dirinya supaya meminta maaf kepada GCC demi menghindari perpecahaan dalam tubuh organisasi negara-negara Arab Teluk Persia ini. (mm/rayalyoum/irna)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL